Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Dari 49 Ribu JKN PBI di Pati Nonaktif, Baru Segini yang Direaktivasi

Kartu BPJS Kesehatan. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Pati – Reaktivasi kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Penerima Bantuan Iuran (PBI) di Kabupaten Pati masih sangat rendah. Dari 49.410 peserta yang dinonaktifkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos), baru ada sekitar 400 peserta yang sudah melakukan reaktivasi di BPJS Kesehatan.

Padahal, reaktivasi kartu JKN PBI itu sangat penting agar data kepesertaan tidak hilang. Mengingat, saat ini Kemensos melakukan perbaikan data keluarga penerima manfaat (KPM) yang berhak mendapatkan kartu JKN PBI tersebut.

Kepala Bidang (Kabid) Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Kantor Cabang Pati Bonaventura Andry Sigmanda mengatakan, oleh Kemensos penonaktifan kepesertaan JKN PBI itu sudah dilakukan sejak Oktober lalu.

Sehingga, warga pemegang kartu JKN yang tidak aktif, bisa segera untuk meminta rekomendasi dari Dinas Sosial (Dinsos) kabupaten untuk melakukan reaktivasi di BPJS Kesehatan.

“Sejauh ini, dari data yang masuk di sistem kami, pada Oktober lalu ada 164 JKN PBI yang direaktivasi. Kemudian pada November terdapat 237 JKN yang direaktivasi. Ini belum masuk data di bulan Desember,” terangnya, Selasa (14/12/2021).

Baca: Puluhan Ribu Penerima PBI JKN di Pati Dinonaktifkan

Dia menambahkan, dari jumlah yang melakukan reaktivasi tersebut, sebagian besar karena dalam posisi terdesak.

Bahkan ada juga yang karena tidak tahu, tetapi kartunya hendak digunakan untuk berobat, ternyata tidak aktif. Barulah mereka mengurus untuk reaktivasi tersebut.

“Sebagian besar mendesak. Kami juga tidak tahu sebab pastinya. Tetapi untuk reaktivasi ini dari jumlah kepesertaan di Pati yang dinonaktifkan, baru ada sedikit,” ujarnya.

Baca: Warga Miskin di Pati Tak Kuat Bayar RS Gegara JKN Nonaktif

Pihaknya mengaku sudah bekerja sama dengan Dinsos Kabupaten Pati untuk menyosialisasikan penonaktifan kartu, sehingga masyarakat dapat mengecek kepesertaannya. Apabila tidak aktif, maka bisa segera dilakukan pengaktifan.

“Angkanya (reaktivasi, red) masih sedikit. Mungkin juga karena dari sekian banyak kepesertaan yang dinonaktifkan, mereka sudah pindah segmen. Atau mungkin juga yang benar-benar berhak untuk mendapatkan JKN PBI hanya segitu,” pungkasnya.

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...