Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

INFO JATIM

Hujan, Pencarian Korban Erupsi Semeru Sempat Dihentikan

Hujan, Pencarian Korban Erupsi Semeru Sempat Dihentikan
Kondisi Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur. (dok. PVMBG)

MURIANEWS, Lumajang – Pencarian korban erupsi Semeru sempat dihentikan. Hujan deras yang mengguyur Dusun Renteng, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Rabu (8/12/2021) jadi penyebabnya.

Kondisi itu berpotensi terjadi lahar dingin. Lebih lagi, Dusun Renteng, salah satu kawasan yang dilintasi lahar Gunung Semeru. Tim SAR gabungan pun diperintahkan kembali ke titik aman.

Petugas Tagana Jatim, Ahmadi mengaku karena lokasi Gunung Semeru sempat berawan tebal dan gelap, ada imbauan dari pihak PVMBG Gunung Semeru di Gunung Sawur, proses pencarian dihentikan sementara. Pasalnya, jika lahar dingin terjadi, akan membawa banyak material.

“Menghindari korban jiwa bertambah, proses pencarian disetop sementara. Dan kembali dilanjutkan jika kembali aman,” tegas Adi, saat dikonfirmasi di Dusun Reteng, dikutip dari Detikcom.

Sementara itu Petugas dari TNI/Polri melakukan penjagaan di portal pintu masuk Dusun Renteng. Hal ini mengantisipasi warga dan relawan masuk ke lokasi.

“Itu dilakukan menghindari risiko korban kembali,” tambahnya.

Dusun Renteng diketahui pemukiman warga yang kondisinya paling parah diterjang APG (Awan Panas Guguran). Selain Dusun Renteng, kondisi parah juga dialami Dusun Curah Kobokan.

Baca juga: Korban Erupsi Semeru Bertambah Jadi 34 Orang

Sedangkan proses pencarian di Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro dibagi 3 titik yakni Dusun Kamar Kajang, Dusun Renteng dan Dusun Gondeli.

Untuk proses pencarian di Kecamatan Pronojiwo, ada 2 titik lokasi pencarian. Yakni Dusun Curah Kobokan dan Dusun Kajar Kuning.

Jumlah korban meninggal akibat erupsi Semeru bertambah menjadi 34 orang hingga Selasa (7/12/2021) siang. Korban tersebut terkena guguran awan panas Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Kepala seksi Operasi dan Siaga Basarnas Surabaya I Wayan Suyatna mengatakan saat ini upaya pencarian masih dilakukan. Disebutkannya ada 16 orang yang masih dalam pencarian untuk dievakuasi.

“Hingga saat ini jumlah korban meninggal sebanyak 34 orang dan 16 orang masih dalam pencarian,” kata I Wayan Suyatna di Posko Lapangan Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.

Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur Erupsi, Sabtu (4/12/2021) sekitar pukul 13.30 WIB. Warga sekitar pun panik dan lari berhamburan menghindari gumpalan awan.

Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Andiani mengatakan erupsi Gunung Semeru berupa guguran awan panas yang diawali dengan laharan. Tercatat di seismogram Amplitudo maksimum 25 mm durasi masih berlangsung.

Guguran awan panas itu mengarah ke daerah Besuk Kobokan. Saat ini, PVMBG masih terus memantau situasi di lapangan. PVMBG juga dalam proses pengecekan jarak luncur awan panas.

Gunung Semeru kembali erupsi, Senin (6/12/2021), pukul 07.53. Kabar Erupsi Semeru kembali terjadi itu disampaikan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

PVMBG mengatakan erupsi di gunung yang terletak di Lumajang, Jawa Timur tercatat di seismogram amplitudo maksimum 22 mm durasi 480 detik. Jarak luncur awan panas guguran 2,5 kilometer dari pusat guguran mengarah ke Besuk Kobokan

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: Detikcom

Comments
Loading...