Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

METRO JATENG

Ganjar Minta Penambangan di Lereng Merapi Dihentikan, Khususnya di Sungai Ini

Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah memimpin rapat penanganan Covid-19. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Semarang – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memperingatkan pada semua masyarakat untuk menghentikan aktivitas penambangan, khususnya di Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Putih, Gendol, dan Woro.

Larangan itu lantaran curah hujan di kawasan Gunung Merapi masih sangat tinggi. Sehingga berpotensi bahaya lahar pada semua sungai yang berhulu di Merapi.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Kapolda untuk kita tertibkan. Mulai hari ini saya peringatkan, di tengah kondisi curah hujan makin tinggi, maka yang di sekitar Merapi khususnya aliran-aliran sungai tolong berhenti menambang. Baik yang legal apalagi ilegal, saya minta anda semua minggir dulu dari wilayah itu karena berbahaya,” tegasnya.

Baca: Ganjar Usul Kemeterian ATR Buat Tim Adhoc Urusi Sertifikasi Aset Negara

Menurut Ganjar, sudah ada kejadian ada korban akibat banjir lahar di sungai Merapi. Pihaknya meminta semua tidak boleh mengabaikan faktor keselamatan itu.

“Ini peringatan saya untuk kesekian kali. Setelah ini kami akan menggelar operasi untuk menertibkan,” tegasnya dalam siaran pers di laman Pemprov Jateng

Selain itu, Ganjar juga mengingatkan seluruh warga di lereng Gunung Merapi untuk terus siaga. Sebab sampai saat ini, aktivitas gunung Merapi masih belum stabil, dan erupsi kecil serta guguran lava masih terjadi sejak 4 Januari lalu sampai saat ini.

“Merapi terus kita pantau dan saya minta semua siaga. Sabtu lalu saya sudah mendapat laporan dari BPPTKG, dilaporkan bahwa erupsi yang terjadi sejak 4 Januari lalu sampai sekarang masih berlangsung,” katanya.

Berdasarkan pantauan, lanjut Ganjar, pertumbuhan kubah lava di Gunung Merapi masih terjadi. Guguran awan panas juga masih berlangsung, karena sampai saat ini akumulasi tekanan magma dan sulai magma dari dalam masih berlangsung.

Baca: Ganjar Kirim 50 Relawan dan Logistik Senilai Rp 934 Juta untuk Korban Semeru

“Erupsi di Gunung Merapi belum akan berakhir. Maka saya minta semuanya siaga khususnya di Jogja dan di Magelang, Klaten, serta sebagian Boyolali,” tegasnya.

Potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas, lanjut Ganjar, terjadi di sektor Selatan dan Barat Daya. Pihaknya sudah melakukan identifikasi, daerah yang rawan adalah daerah di sekitar Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Putih, Gendol, dan Woro. Kita perhitungkan guguran bisa mencapai tiga sampai lima kilometer,” ucapnya.

Ganjar pun meminta wilayah-wilayah itu bersiap. Seluruh kepala desa harus siaga. Tokoh agama, tokoh masyarakat dan relawan Forum Pengurangan Resiko Bencana semua standby.

“Kita harapkan ketika terjadi hal yang tidak diinginkan, peluit langsung ditiup, dan informasi diberikan agar mereka semua segera mengungsi. Jangan ambil risiko. Kita belajar betul dengan kondisi dan karakter Merapi yang mirip dengan Semeru,” tegasnya.

Baca: Semeru Erupsi, Ganjar Ajak Warga Doa Bersama

 

Reporter: Supriyadi
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...