Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

PPKM Level 3 Nataru: Dibatalkan Jokowi, Anies Jalan Terus

PPKM Level 3 saat Nataru: Dibatalkan Jokowi, Anies Jalan Terus
Ilustrasi: Presiden Joko Widodo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Jakarta – Rencana pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM level 3 saat Natal dan Tahun Baru (Nataru) telah dibatalkan pemerintah pusat. Namun, Pemprov DKI Jakarta tetap kukuh melaksanakan rencana itu.

Melalui siaran pers di Kemenko Marves, Pemerintah Pusat telah menganulir rencana pelaksanaan PPKM Level 3 yang diterapkan di seluruh wilayah Indonesia tanpa terkecuali.

Dalam rilisnya, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan penanganan Pandemi Covid19 Indonesia yang terus membaik menjadi alasan utama keputusan pembatalan itu.

Baca juga; Penerapan PPKM Level 3 saat Nataru BATAL

Menurut Luhut, sejauh ini, Indonesia telah berhasil menekan angka konfirmasi Covid19 harian di bawah angka 400 kasus dengan stabil. Kasus aktif dan jumlah yang dirawat di rumah sakit juga menunjukan tren penurunan dalam beberapa hari ke belakang.

Perbaikan penanganan Pandemi Covid-19 juga terlihat dari tren perubahan level PPKM kabupaten kota di Jawa Bali. Berdasarkan assessmen per 4 Desember, jumlah kabupaten kota yang tersisa di level 3 hanya 9,4 persen dari total kabupaten/kota di Jawa-Bali atau hanya 12 kabupaten/kota saja.

“Merespon perkembangan tersebut, Pemerintah memutuskan untuk membuat kebijakan yang lebih seimbang dengan tidak menyamaratakan perlakuan di semua wilayah menjelang momen Nataru,” kata Luhut dikutip MURIANEWS dari laman resmi Kemenko Marves, Selasa (7/12/2021).

 

Baca juga: Ini Aktor Pembatalan PPKM Level 3 Nataru

Batal Gegara Keinginan Jokowi

Mendagri Tito Karnavian mengungkapkan aktor dibalik pembatalan PPKM Level 3 Nataru nanti. Ia menyebut, ada keinginan Presiden Jokowi agar tidak ada penyekatan saat Nataru.

Sebagaimana mestinya, dalam pelaksanaan PPKM Level 3, pemerintah akan melakukan penyekatan dan pembatasan yang ketat. Keinginan Jokowi itu diungkapkan dalam rapat sebelum keputusan anulir PPKM Level 3 yang sedianya dimulai 24 Desember 2021 – 2 Januari 2022 mendatang.

Lewat keinginan Jokowi itu, kemudian rencana itu ditinjau ulang dan selanjutnya dibatalkan. Sebagai gantinya, kata Tito, pemerintah sepakat menggantinya dengan pembatasan khusus Nataru.

“Presiden menyampaikan tidak perlu ada penyekatan-penyekatan tapi diperkuat di tempat ruang-ruang publik itu menggunakan PeduliLindungi,” ujar Tito dikutip dari CNN Indonesia, Selasa (27/12/2021).

 

Baca juga: DKI Jakarta Tetap Terapkan PPKM Level 3 Nataru

Anies Jalan Terus

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tetap terapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Level 3 saat Natal dan Tahun Baru (Nataru) nanti.

Keputusan itu tertuang di Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 1430 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3 Covid19 yang menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 62 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan COVID-19 pada saat Natal dan Tahun Baru 2022.

“Menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Dalam Level 3 ‘Corona Virus Disease 2019’ 2019 selama 10 (sepuluh) hari terhitung sejak tanggal 24 Desember 2021 sampai dengan 2 Januari 2022,” demikian bunyi Kepgub 1430 pada diktum kesatu dikutip MURIANEWS, Selasa (7/12/2021).

Kepgub tersebut ditandatangani oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sejak 2 Desember 2021 dan mulai diberlakukan pada 24 Desember 2021.

Melansir Antaranews.com, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, sebelumnya, mengatakan peningkatan level PPKM itu harus dihadapi dan dijalani untuk menekan penularan COVID-19 saat Natal dan Tahun Baru 2022.

Biasanya, lanjut dia, momentum libur diikuti peningkatan jumlah kasus positif COVID-19 sehingga harus dilakukan langkah pencegahan salah satunya dengan melakukan pembatasan aktivitas masyarakat lebih ketat.

 

Reporter: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...