Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Kambing Bantuan di Kudus Tak Boleh Dijual Selama Dua Tahun, Ini Sanksinya

Kambing kurban di Pasar Hewan Kudus. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Kudus – Sebanyak 76 warga Kudus menerima bantuan kambing dari Pemkab Kudus. Kambing-kambing itu tidak boleh dijual.

Tapi itu hanya berlaku untuk indukan, dan hanya dalam tempo waktu selama dua tahun. Sementara anakan kambing boleh dijual.

Ini dilakukan agar selama dua tahun itu, indukan kambing yang dihibahkan kepada warga bia berkembang biak. Para penerima bantuan itu, Selasa (7/12/2021) hari ini juga dibekali pengetahuan tentang merawat dan mengembangbiakkannya dengan baik.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertanpangan) Kudus, Agus Setiawan tidak memungkiri jika dalam waktu dua tahun, hewan ternak memang layak untuk dijual.

Namun, sebagai bentuk komitmen, indukan kambing yang diberikan kepada penerima hibah tidak boleh dijual.

“Jangan dijual dulu selama dua tahun.  Supaya menuai hasil ekonomi yang lebih layak,” katanya, Selasa (7/12/2021).

Baca: Penerima Bantuan Kambing di Kudus Diajari Cara Merawat

Sebagai antisipasi agar penerima hibah tidak menjual hewan ternak pihaknya akan membentuk perjanjian.

Nantinya, ketika dalam kurun waktu dua tahun kambing yang diberikan itu mati, maka harus ada laporan melalui berita acara.

“Kalau sebelum dua tahun sudah dijual, maka akan ada sanksi. Penerima manfaat harus mengganti hewan ternak tersebut dengan kambing yang kriterianya sama,” terangnya.

Dispertan Kudus juga akan melakukan monitoring dan evaluasi untuk mengawasi hal ini agar dipatuhi. Semua penerima banatuan juga diminta mengisi pakta integritas.

“Supaya tujuan dari bantuan hibah hewan ternak ini tercapai. Tentunya juga untuk meningkatkan kesejahteraan buruh tani ternak maupun yang perikanan,” kata Kasi Usaha Sarana Prasarana Peternakan Dispertan Kabupaten Kudus, Dwi Listiani.

Ia mengatakan kegiatan monitoring dan evaluasi itu untuk membatasi penyalahgunaan hibah hewan ternak. Misalnya terkait penjualan hewan ternak.

“Supaya hewan ternak ini nanti tidak mereka jual. Makanya nanti ke depannya mereka akan kami kumpulkan untuk mengisi pakta integritas berita acara serah terima,” terangnya.

Selain itu juga memberi edukasi agar penerima bantuan ternak kambing tidak boleh dijual selama dua tahun.

“Semua indukan kambing tidak boleh dijual selama dua tahun. Kalau anak kambingnya boleh. Hal ini juga kami sampaikan,” imbuhnya.

Diketahui, Dispertan Kabupaten Kudus mengganggarkan Rp 2,3 miliar melalui DBHCHT untuk bantuan hewan ternak. Mulai dari kambing, lele, dan kalkun.

Perihal alokasiannya berupa kambing untuk 76 orang, lele untuk 30 orang, dan kalkun untuk 31 orang.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...