Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Unicef Dampingi Anak Putus Sekolah di Jepara

Para anak putus sekolah diundang pemerintah di Pendapa RA Kartini Jepara. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Unicef, organisasi Internasional yang bergerak di bidang kemanusiaan dan pembangunan untuk hak anak, melaksanakan pendampingan kepada anak tidak sekolah (ATS) di Kabupaten Jepara. Diketahui, ada 17.056 ATS di Jepara yang belum tertangani pemerintah.

Yuanita M Nagel, Education Officer Unicef, menyebut sementara ini baru ada empat desa yang didampingi. Yaitu Desa Tubanan, Desa Nalumsari, Desa Tegalsambi dan Desa Tulakan.

Namun, bukan tidak mungkin desa yang didampingi akan bertambah.

“Program pendampingan ini nanti sampai minimal Juni 2022. Kami membantu pilot project. Tapi harapannya nanti pemerintah Jepara bisa melanjutkan,” kata Yuanita, Selasa (7/12/2021).

Pihaknya akan menjalankan beberapa program strategis. Yakni melakukan pendataan untuk mendapatkan data ATS yang valid. Data ini nantinya akan menjadi pijakan untuk mengambil kebijakan lanjutan.

Baca: 17 Ribu Anak di Jepara Putus Sekolah, Swasta Digandeng

Kemudian, Unicef akan membagi pengalaman kepada pemerintah Jepara. Seperti pengalaman-pengalaman daerah lain yang mampu mengatasi masalah ATS.

Lalu, Yuanita juga akan mendampingi ATS di desa-desa tersebut untuk meningkatkan keahlian softskill.

Melalui program gerakan lingkar remaja, Unicef akan mendampingi ATS untuk mempelajari hal-hal yang belum tentu didapatkan jika berada di sekolah. Seperti pelajaran tentang negosiasi, menjalankan proyek, berkomunkasi dan menyelesaikan masalah.

“Saat ini kurikulum (di sekolah, red) kan, masih sangat akademis. Jadi nanti kita akan dampingi mereka dalam mengembangkan soft skill nya,” ujar Yuanita.

Baca: Bupati Jepara Ancam Tutup Sekolah yang Tahan Ijazah

Ia menyadari betul bahwa faktor ATS sangatlah kompleks. Di kalangan penyandang disabilitas misalnya, nantinya meraka akan diberi pendidikan inklusif.

Pendampingan khusus juga akan diberikan kepada ATS yang pernah menjadi anak jalanan.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

 

Comments
Loading...