Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Perayaan Tahun Baru Tetap Dilarang

Perayaan Tahun Baru Tetap Dilarang Meski PPKM Level 3 Nataru Batal
Ilustrasi Pesta Tahun Baru. (dok. Medcom.id)

MURIANEWS, Jakarta – Pemerintah tetap melarang seluruh perayaan tahun baru 2022 meski kebijakan PPKM Level 3 Nataru telah dianulir. Itu diungkapkan Menko Marves Luhut B. Pandjaitan.

Dalam rilis Kemenko Marves, Selasa (7/12/2021), Luhut mengatakan pelarangan perayaan tahun baru di hotel, pusat perbelanjaan, mall, tempat wisata hingga tempat keramaian umum lainnya guna mencegah penyebaran Covid19.

Saat ini, diketahui dunia sedang dikhawatirkan dengan adanya varian Covid19 baru, yakni Omicron. Disebutkan, Omicron memiliki tingkat penularan yang lebih cepat ketimbang varian sebelumnya.

Meski melarang perayaan tahun baru, pemerintah mengizinkan operasional tempat-tempat tersebut, termasuk juga restoran dan bioskop. Hanya saja, kapasitasnya dibatasi maksimap 75 persen dari total dan hanya orang dengan kategori hijau di aplikasi Peduli Lindungi yang diizinkan masuk.

“Sedangkan untuk acara sosial budaya, kerumunan masyarakat yang diizinkan berjumlah maksimal 50 orang. Disiplin penggunaan Peduli Lindungi harus ditegakkan,” kata Luhut dikutip MURIANEWS dalam keterangan persnya.

Di luar itu, Presiden memberi arahan untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi anak-anak. Langkah ini untuk memberikan perlindungan pada anak-anak, termasuk mempertimbangkan penyebaran varian Omicron di Afrika Selatan yang banyak menyerang anak-anak.

Baca juga: Penerapan PPKM Level 3 saat Nataru BATAL

Berbagai langkah yang diambil oleh Pemerintah didasarkan pada data dan perkembangan informasi terkini terkait Pandemi Covid-19. Evaluasi terus dilakukan secara berkala tiap minggunya, sehingga kebijakan bisa beradaptasi dengan cepat, menyesuaikan perkembangan terbaru.

Selain itu, pemerintah akan memperketat aturan bagi pelaku perjalanan. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.

“Syarat perjalanan akan tetap diperketat, terutama di perbatasan untuk penumpang dari luar negeri. Namun kebijakan PPKM di masa Nataru (Natal dan Tahun Baru) akan dibuat lebih seimbang dengan disertai aktivitas testing dan tracing yang tetap digencarkan,” jelas Luhut.

Guna mencegah varian Omicron, Indonesia tetap memperketat perbatasan dan pintu penerbangan Internasional. Syarat penumpang dari luar negeri adalah hasil tes PCR negatif maksimal 2×24 jam sebelum keberangkatan, serta melakukan karantina selama 10 hari di Indonesia.

Kemudian, pemerintah akan menguatkan 3T (testing, tracing dab treatment) dan percepatan vaksinasi dalam 1 bulan terakhir. Luhut menyebut, saat ini Indonesia lebih siap dalam menghadapi momen Nataru.

“Testing dan tracing tetap berada pada tingkat yang tinggi, meski kasus rendah, dan lebih baik dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu,” lanjutnya.

Adapun, syarat perjalanan jarak jauh dalam negeri adalah wajib vaksinasi lengkap dan hasil antigen negatif maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan.

Untuk orang dewasa yang belum mendapatkan vaksinasi lengkap ataupun tidak bisa divaksin karena alasan medis, tidak diizinkan untuk bepergian jarak jauh.

Anak-anak dapat melakukan perjalanan, tetapi dengan syarat PCR yang berlaku 3×24 jam untuk perjalanan udara atau antigen 1×24 jam untuk perjalanan darat atau laut.

Sebelumnya pemerintah membatalkan penerapan PPKM Level 3 se-Indonesia saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Meski begitu, ada beberapa pengetatan yang dilakukan selama Nataru.

“Pemerintah memutuskan untuk tidak akan menerapkan PPKM level 3 pada periode Nataru pada semua wilayah,” kata Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dikutip MURIANEWS dari laman resmi Kemenko Marves, Selasa (7/12/2021).

“Penerapan level PPKM selama Nataru akan tetap mengikuti asesmen situasi pandemi sesuai yg berlaku saat ini, tetapi dengan beberapa pengetatan,” tambahnya.

Selanjutnya, dengan adanya keputusan itu, Inmendagri No 62 tahun 2021 dan SE terkait Pencegahan dan Penanganan Covid19 saat Nataru akan direvisi. Aturan detail akan dituangkan dalam revisi tersebut.

 

Reporter: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...