Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Bupati Jepara Ancam Tutup Sekolah yang Tahan Ijazah

Bupati Jepara Dian Kristiandi. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Bupati Jepara Dian Kristiandi mengaku mendapatkan laporan ada sekolah yang menahan ijazah siswanya. Akibatnya siswa tersebut tak bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.

Penyebabnya, siswa tersebut tak mampu membayar biaya administrasi kelulusan. Sayangnya, Andi tidak menyebutkan sekolah yang dia maksud.

Namun terkait kasus semacam ini, Andi menegaskan tidak akan berkompromi dengan sekolah yang bersikap seperti itu. Bahkan, Andi mengancam akan menutup sendiri sekolah tersebut.

“Nanti Disdikpora (Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga , red) yang harus mengomunikasikan langsung kepada sekolah terkait. Kalau ada sekolah yang masih seperti itu, saya akan tutup sendiri sekolah itu,” kata Andi, Selasa (7/12/2021).

Baca: 17 Ribu Anak di Jepara Putus Sekolah, Swasta Digandeng

Ke depan, Andi meminta kepada seluruh kepala desa untuk menginventarisir anak putus sekolah di desa masing-masing. Petinggi atau kades juga bertugas untuk mendampingi mereka dan mengkomunikasikannya dengan pemerintah daerah.

“Petinggi (kepala desa, red) kan, yang lebih tahu. Mereka harus mendata lalu melaporkan kepada kami. Target kami, empat tahun kedepan 17.056 ATS harus kembali ke sekolah,” ujar Andi.

Terpisah, Kepala Disdikpora Jepara Agus Tri Harjono, mengaku sejauh ini belum ada kasus seperti itu di sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan Disdikpora.

Sehingga, Agus menduga kasus tersebut terjadi di sekolah-sekolah swasta yang dimiliki oleh pribadi atau yayasan.

“Kalau ijazah itu saya pastikan gratis. Mungkin itu biaya bulanan. Terkadang memang ada sekolah yang punya kebijakan memmbayar itu. Tapi kalau orang (siswa, red) tidak mampu kan, tidak boleh begitu. Kami kurang tahu persis sekolah yang dimaksud pak bupati itu mana. Karena sejauh ini sekolah yang kami pantau belum ada. Kalaupun ada, pasti langsung tak atasi,” jelas Agus.

Baca: Dua Nelayan Diduga Hilang di Perairan Mandalika Jepara

Misalkan ada kasus semacam itu di sekolah yang di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag), Agus pun tetap ditugasi bupati untuk mengomunikasinnya kepada Kemenag. Pihaknya diperintahkan untuk memfasilitasi jika persoalan tersebut.

“Saya siap. Kalau anak itu tidak mampu saya akan gratiskan. Tidak ada sekolah yang berat. Anak tidak mampu harus diringankan atau mungkin digratiskan,” pungkasnya.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...