Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

17 Ribu Anak di Jepara Putus Sekolah, Swasta Digandeng

Bupati Jepara Dian Kristiandi berbincang dengan salah satu anak putus sekolah. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Sebanyak 17.056 anak di Jepara tercatat putus sekolah. Sehingga, diperlukan penanganan khusus untuk mengentaskan masalah pendidikan tersebut.

Untuk itu, Bupati Jepara Dian Kristiandi, berencana menggandeng pihak-pihak swasta untuk bersama-sama melakukan pengentasan itu. Namun, pihaknya tetap mengutamakan peran pemerintah sebagai ujung tombak.

“Pemerintah daerah memiliki tugas untuk program sembilan tahun belajar. Kita akan menggandeng pihak swasta dalam rangka untuk menyalurkan CSR nya (Corporate Social Responsibillity, red). Dan kita lebih prioritas (penyaluran CSR, red) untuk pendidikan,” kata Andi, Selasa (7/12/2021).

Hari ini, belasan anak putus sekolah diundang ke Pendapa RA Kartini Jepara. Mereka berasal dari Desa Nalumsari, Desa Tubanan, Tegal Sambil, dan Desa Tulakan. Mereka akan mendapatkan pendampingan khusus untuk bisa kembali bersekolah.

Baca: Lahan Kritis di Jepara Luasnya Capai 5.800 Hektare

Belasan anak tersebut putus sekolah dengan berbagai alasan dan masalah. Ada yang karena masalah ekonomi tidak bisa melanjutkan ke jenjang SMP setelah lulus SD.

Ada juga yang baru duduk di kelas empat SD, sudah putus sekolah dan menjadi anak jalanan.

Selain itu, Andi juga mendapatkan laporan bahwa ada anak putus sekolah karena tak mampu membayar biaya administrasi setelah kelulusan. Akhirnya, anak itu tak bisa melanjutkan sekolah ke jenjang berikutnya.

Pemerintah Jepara menargetkan 17.056 anak putus sekolah itu harus kembali ke sekolah dalam kurung waktu empat tahun ke depan.
Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...