Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

PPKM Level 3 Nataru Batal, Ini Syarat Pelaku Perjalanan

PPKM Level 3 Nataru Batal, Ini Syarat Pelaku Perjalanan
Warga negara asing (WNA) berjalan di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (13/1/2021).(Antara)

MURIANEWS, Jakarta – Kebijakan PPKM Level 3 Natal dan Tahun Baru (Nataru) telah dibatalkan Pemerintah. Kendati demikan, aturan atau syarat pelaku perjalanan tetap diperketat.

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan semua pihak perlu meningkatkan kewaspadaannya. Itu mengingat munculnya varian baru Omicron yang sudah dikonfirmasi di beberapa negara.

Luhut mengatakan penyebaran Varian Omicron di berbagai negara dunia terindikasi lebih cepat dan meningkatkan kemungkinan reinfeksi.

Namun, temuan awal dari Afrika Selatan menunjukkan tingkat keparahan dan tingkat kematian akibat varian Omicron relatif terkendali, meski masih butuh waktu dan tambahan data untuk mendapatkan informasi yang lebih valid.

Baca juga: Omicron Masuk Singapura, Jokowi Beri Warning

“Syarat perjalanan akan tetap diperketat, terutama di perbatasan untuk penumpang dari luar negeri. Namun kebijakan PPKM di masa Nataru (Natal dan Tahun Baru) akan dibuat lebih seimbang dengan disertai aktivitas testing dan tracing yang tetap digencarkan,” jelas Luhut dikutip MURIANEWS dalam keterangan persnya, Selasa (7/12/2021).

Guna mencegah varian Omicron, Indonesia tetap memperketat perbatasan dan pintu penerbangan Internasional. Syarat penumpang dari luar negeri adalah hasil tes PCR negatif maksimal 2×24 jam sebelum keberangkatan, serta melakukan karantina selama 10 hari di Indonesia.

Kemudian, pemerintah akan menguatkan 3T (testing, tracing dab treatment) dan percepatan vaksinasi dalam 1 bulan terakhir. Luhut menyebut, saat ini Indonesia lebih siap dalam menghadapi momen Nataru.

“Testing dan tracing tetap berada pada tingkat yang tinggi, meski kasus rendah, dan lebih baik dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu,” lanjutnya.

Adapun, syarat perjalanan jarak jauh dalam negeri adalah wajib vaksinasi lengkap dan hasil antigen negatif maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan.

Untuk orang dewasa yang belum mendapatkan vaksinasi lengkap ataupun tidak bisa divaksin karena alasan medis, tidak diizinkan untuk bepergian jarak jauh.

Anak-anak dapat melakukan perjalanan, tetapi dengan syarat PCR yang berlaku 3×24 jam untuk perjalanan udara atau antigen 1×24 jam untuk perjalanan darat atau laut.

Baca juga; Penerapan PPKM Level 3 saat Nataru BATAL

Sebelumnya diberitakan, pemerintah memutuskan membatalkan penerapan PPKM Level 3 se-Indonesia saat libur Natal dan Tahun Baru. Ada beberapa alasan yang dijadikan dasar pembatalan itu.

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan penanganan Pandemi Covid19 Indonesia yang terus membaik menjadi alasan utama keputusan pembatalan itu.

Keputusan pembatan juga didasarkan dari capaian vaksinasi dosis 1 di Jawa-Bali yang sudah mencapai 76 persen dan dosis 2 yang mendekati 56 persen.

Kemudian, Vaksinasi lansia terus digenjot hingga saat ini mencapai 64 persen dan 42 persen untuk dosis 1 dan 2 di Jawa Bali.

“Sebagai perbandingan, belum ada masyarakat Indonesia yang divaksinasi pada periode Nataru tahun lalu. Hasil sero-survei juga menunjukkan masyarakat Indonesia sudah memiliki antibodi Covid-19 yang tinggi,” ujar Luhut.

 

Reporter: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...