Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Lahan Kritis di Jepara Luasnya Capai 5.800 Hektare

Penanaman bibit pohon di Hutan Pinus Batealit Jepara. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat

MURIANEWS, Jepara – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara memiliki pekerjaan rumah terkait hutan gundul atau kritis. Sebab, sampai saat ini, tercatat lebih dari 5.800 hektare lahan di Bumi Kartini berstatus kritis.

Data itu diungkapkan oleh Sekertaris Daerah (Sekda) Jepara Edy Sudjatmiko. Lahan kritis tersebut tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Jepara.

“Kita di Jepara ini kan, termasuk banyak lahan kritis. Sekitar lahan kritis kita ada 5.800an hektare. Misalnya di Batealit ada sekitar 1,3 hekare,” kata Edy, Selasa (7/12/2021).

Untuk itu, Edy menyampaikan bahwa salah satu tindakan yang bisa dilakukan yaitu dengan memperbanyak menanam pohon. Tak hanya ditanam, pohon-pohon juga harus dirawat dan dilestarikan.

Baca: Soal Hutan Muria, Ganjar: Kritis Banget!

Terpisah, Bagas Avianto (7/12/2021), Kesatuan Pemanguan Hutan (KPH) Perhutani Pati Sub Jepara, menyebut jumlah tanah kosong di wilayah Perum Perhutani KPH Pati yang masuk di wilayah administratif Kabupaten Jepara, hingga Desember 2020 seluas 438,53 hektare area.

Namun, lanjut Bagas, pihak Perhutani sudah melakukan reboisasi. Penanaman yang dilakukan pada tahun 2021 seluas 574,27 hektare area.

Baca: Biang Banjir, Bupati Kudus Sebut Pegunungan Kendeng Gundul

Bagas merinci, penanaman tersebut dilakukan di lokasi tanah kosong tahun 2020 seluas 438,53 hektare. Sedangkan, di lahan yang berlokasi di bekas tebangan atau penggantian tegakan tahun 2021 seluas 135,74 hektare.

“Jadi kami terus melakukan penanaman pada lahan yang kosong. Misalnya di tahun 2021, kami melakukan penebangan dan penanaman di tahun yang sama,” terang Bagas.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...