Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Penerapan PPKM Level 3 saat Nataru BATAL

Penerapan PPKM Level 3 saat Nataru BATAL
Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan

MURIANEWS, Jakarta – Pemerintah membatalkan penerapan PPKM Level 3 se-Indonesia saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Meski begitu, ada beberapa pengetatan yang dilakukan selama Nataru.

“Pemerintah memutuskan untuk tidak akan menerapkan PPKM level 3 pada periode Nataru pada semua wilayah,” kata Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dikutip MURIANEWS dari laman resmi Kemenko Marves, Selasa (7/12/2021).

“Penerapan level PPKM selama Nataru akan tetap mengikuti asesmen situasi pandemi sesuai yg berlaku saat ini, tetapi dengan beberapa pengetatan,” tambahnya.

Baca juga: Status PPKM Level 3 Diterapkan saat Nataru

Selanjutnya, dengan adanya keputusan itu, Inmendagri No 62 tahun 2021 dan SE terkait Pencegahan dan Penanganan Covid19 saat Nataru akan direvisi. Aturan detail akan dituangkan dalam revisi tersebut.

Sebelumnya, pemerintah merencanakan penerapan PPKM Level 3 di seluruh wilayah Indonesia saat Natal dan Tahun Baru (Nataru). Aturan itu berlaku mulai 24 Desember hingga 2 Januari 2022.

Itu diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.

Dalam keterangannya, Muhadjir mengatakan penerapan itu dilakukan guna menekan mobilitas masyarakat saat momen Nataru. Tujuan utamanya, mencegah terjadinya lonjakan kasus Covid-19

“Selama libur Nataru, seluruh Indonesia akan diberlakukan peraturan dan ketentuan PPKM Level 3,” kata Effendy dikutip dari Bisnis.com, Kamis (18/11/2021).

Baca juga: Soal Status PPKM Level 3 saat Nataru, Jateng Tunggu SE Mendagri

Pemberlakukan itu nantinya disamaratakan. Daerah-daerah yang sudah berstatus PPKM Level 1 maupun 2, tetap wajib menerapkan PPKM Level 3.

“Kebijakan Nataru ini diperlukan untuk menghambat dan mencegah penularan Covid-19, tetapi ekonomi harus tetap bergerak. Pengetatan dan pengawasan protokol kesehatan juga dilakukan di sejumlah destinasi. Utamanya di tiga tempat, yaitu di Gereja pada saat perayaan Natal, di tempat perbelanjaan, dan destinasi wisata lokal,” tuturnya.

Aturan itu kemudian dituangkan dalam Inmendagri No 62 tahun 2021 yang diteken Mendagri 22 November 2021.

 

Reporter: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...