Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Omicron Mengintai, Vaksinasi Anak 6-11 Tahun Diminta Segera Dilakukan

Omicron Mengintai, Vaksinasi Anak 6-11 Tahun Diminta Segera Dilakukan
Tenaga kesehatan melakukan vaksinasi Covid-19. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Jakarta – Pelaksanaan vaksinasi anak usia 6-11 tahun diminta segera dilakukan. Itu mengingat bahaya varian baru Covid19 Omicron telah mengintai.

Itu disampaikan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konfrensi pers secara virtual di Istana Negara, Senin (6/12/2021).

Menurutnya, Omicron sudah terdeteksi setidaknya di 45 negara. Rata-rata kasus itu dialami mereka yang belum di vaksinasi dan pada usia yang relatif muda atau di bawah 40 tahun.

“Dari International Health Regulation WHO, meminta untuk meningkatkan genome Sequencing dan memperbanyak sampel, disiapkan respon fasilitas kesehatan, pembatasan kegiatan masyarakat, menyegerakan vaksin masyarakat rentan,” kata Airlangga dikutip MURIANEWS dari YouTube Sekretariat Presiden, Senin (6/12/2021).

“Dalam hal ini karena yang banyak terdampak anak-anak, maka vaksinasi anak-anak perlu didorong. Terkait karantina diberlakukan 10 hari karantina dari luar negeri di luar 11 negara dilarang,” imbuhnya.

Selain menyegerakan vaksinasi pada anak usia 6-11 tahun, pemerintah juga sedang mempersiapkan booster vaksinasi. Booster vaksinasi itu rencana dilakukan pada Januari 2022.

“Saat ini sedang memfinalkan vaksin berbasis pbi dan vaksin non-pbi. Nanti akan diatur di Permenkes yang tidak lama lagi dikeluarkan,” ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah menyoroti capaian vaksinasi di sembilan provinsi Indonesia ini. Sebab, capaian vaksinasi di sana masih di bawah 50 presen.

Adapun, sembilan provinsi itu adalah Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluki Utara, Sulawesi Tengah, Papua Barat, Maluku, Sulawesi Utara, Aceh, dan Papua.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut capaian vaksinasi secara nasional rata-rata telah mencapai 68,42 persen pada dosis pertama. Kemudian, pada dosis kedua, 47,55 persen. Capaian itu berbasis pada target yang divaksin.

Baca juga: BPOM Izinkan Vaksin Sinovac untuk Anak 6-11 Tahun

Sebelumnya, BPOM mengeluarkan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) penggunaan vaksin Sinovac pada anak 6-11 tahun.

Kepala BPOM Penny K Lukito mengatakan penerbitan EUA itu dikeluarkan setelah melalui penilaian bersama Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI) pada data mutu vaksin. Penilaian itu mengacu pada pedoman evaluasi mutu vaksin yang berlaku secara internasional.

“Telah diterbitkannya izin penggunaan darurat vaksin Sinovac, Coronavac dan vaksin Covid-19 dari Biofarma untuk anak 6-11 tahun. Ini menyusul pada izin sebelumnya dari 12-17 tahun. Jadi sekarang  bisa untuk 6-17 tahun,” kata Penny dalam konfrensi pres di YouTube BPOM RI, Senin (1/11/2021).

Namun, pelaksanaan vaksinasi itu belum bisa dilakukan. BPOM menyebut, pihaknya masih mencari stok vaksin yang akan dialokasikan untuk anak-anak.

Menurutnya, untuk melaksanakan vaksinasi anak 6-11 tahun diperlukan penambahan stok. Sementara, stok vaksin Sinovac saat ini terbatas.

Baca juga: Stok Kurang, Vaksinasi Anak 6-11 Tahun Tertunda

Nadia menjelaskan, untuk melaksanakan vaksinasi pada anak usia 6-11 tahun, pemerintah setidaknya menyiapkan stok sebanyak 30 juta dosis vaksin. Jumlah itu akan digunakan untuk sasaran sekitar 25-27 juta anak.

“Iya (karena stok Sinovac), perlu tambahan dosis vaksin karena yang pesanan sekarang ke Sinovac tidak cukup. Kita juga masih memerlukan 40 juta dosis Sinovac untuk dosis kedua masyarakat juga,” ujar Nadia, Kamis (4/11/2021).

 

Reporter: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...