Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Dua Desa di Grobogan Dilanda Banjir

Rumah warga Desa Lemah Putih Grobogan dilanda banjir. (MURIANEWS/Dani Agus)

MURIANEWS, Grobogan – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Grobogan sejak Minggu (5/12/2021), mengakibatkan banjir di sejumlah titik. Rumah-rumah warga juga terendam banjir.

Sebagian titik banjir sudah mulai surut airnya. Meski demikian, masih ada pula yang banjirnya belum surut, bahkan airnya cenderung bertambah seiring masih turunnya hujan deras pada hari ini, Senin (6/12/2021).

Salah satu wilayah yang masih banjir adalah Desa Lemah Putih, Kecamatan Brati. Di desa ini ada puluhan rumah di tiga dusun yang terendam air. Masing-masing di Dusun Mlakas, Dusun Lemah Putih dan Dusun Kepuhrubuh.

Sekretaris Desa Lemah Putih Darja mengatakan, ketinggian air yang masuk rumah bervariasi,  mulai 10-70 centimeter. Sementara ketinggian air yang merendam areal sawah bisa sampai satu meter.

“Ada sekitar 100-an rumah yang terdampak banjir. Kemudian areal sawah berisi tanaman padi usia 10 hari yang kebanjiran ada 200 hektar. Penyebab banjir ini akibat aliran sungai yang kurang lancar akibat sedimentasi,” katanya.

Baca: Minibus Rombongan Hajatan Terjun ke Saluran Irigasi di Grobogan

Menurutnya, anak Sungai Lusi yang berada di sisi barat Desa Lemah Putih endapan lumpurnya sudah tinggi. Kondisi ini mengakibatkan aliran air tidak lancar masuk ke Sungai Lusi sehingga mengakibatkan banjir saat turun hujan deras dengan intensitas yang lama.

“Solusinya,  butuh normalisasi di anakan sungai Lusi itu biar aliran air lancar,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Grobogan Endang Sulistyoningsih menambahkan, pantauan hingga sore tadi,  masih ada satu desa lagi yang masih dilanda banjir. Yakni, Desa Werdoyo, Kecamatan Godong.

Banjir ini disebabkan limpasan air yang keluar dari bobolan beberapa titik tanggul Kali Jajar Lama di Desa Werdoyo.

“Data sementara, hanya ada belasan rumah yang kemasukan air. Dampak paling banyak ada di areal sawah yang berisi tanaman padi umur 45 hari. Sawah yang kebanjiran sekitar 50 hektare,” jelasnya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...