Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Tanah Aset Desa Gunungwungkal Disengketakan, Warga Pasang Badan

MURIANEWS, Pati- Geger pihak yang hendak menguasai tanah aset Desa Gunungwungkal, Kecamatan Gunungwungkal, Pati,  rupanya bukan warga setempat. Pihak tersebut hanyalah ahli waris dari pemilik tanah yang bersebelahan dengan tanah aset desa tersebut.

Kepala Desa Gunungwungkal Mulyono mengatakan, upaya untuk penguasaan tanah aset desa itu sebenarnya sudah mulai terjadi sejak 2019 lalu. Saat itu, ahli waris almarhum Amir, pemilik tanah yang berada di sebelah tanah aset desa, datang ke desa dengan tujuan untuk meminta sebagian tanah aset desa.

Warga yang sudah lama menggarap lahan tersebut tidak terima, karena tanah itu statusnya masih milik negara, bukan milik almarhum Amir. Sehingga, awal 2019 warga melakukan musyawarah desa (musdes) terkait lahan tersebut.

“Kami musyawarah dan menghasilkan kesepakatan bahwa warga menginginkan agar tanah yang sebelumnya milik negara itu dimanfaatkan untuk kepentingan desa. Agar tidak timbul permasalahan, warga pun mendorong agar tanah itu diproses agar bisa menjadi aset desa,” tuturnya.

BACA JUGA: Warga Gunungwungkal Pati Ramai-Ramai Pagari Tanah Aset Desa

Saat itu, pemerintah desa (Pemdes) Gunungwungkal pun sependapat dengan warga. Sehingga proses pensertifikatan dilakukan di Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Belum sampai sertifikat keluar, ahli waris almarhum Amir datang ke kantor desa untuk meminta sebagian lahan yang bersebelahan dengan tanah milik Amir. Namun, pemdes dan warga tidak setuju, lantaran sudah ada Berita Acara Musdes bahwa tanah tersebut adalah untuk kepentingan desa.

“Satu minggu datang ke kantor. Karena tidak mendapatkan hasil, ahli waris Amir pun mengancam akan menggugat di PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara). Bahkan prosesnya saat ini masih berjalan,” imbuhnya.

Tanah Asset desa
Warga saat memagari tanah aset desa (MURIANEWS/Cholis Anwar)

Mulyono mengaku, tanah negara itu saat ini sudah menjadi tanah aset desa Gunungwungkal. Itu dibuktikan dengan sertifikat dari BPN nomor 00024 tahun 2020 lalu. Sementara luas lahannya adalah 4434 meter.

“Kami sudah punya bukti sertifikat bahwa tanah itu adalah aset desa. Kalau ada pihak yang menggugat, silahkan. Tapi kami sebagai warga Gunungwungkal, bahwa tanah itu dulu dikelola oleh nenek moyang kami, sehingga kami akan mempertahankan,” tegasnya.

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Budi erje

Comments
Loading...