Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Warga Gunungwungkal Pati Ramai-Ramai Pagari Tanah Aset Desa

Warga Gunungwungkal Pati memagari tanah aset desa. (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Pati – Warga Desa Gunungwungkal, Kecamatan Gunungwungkal, Pati, ramai-ramai memagari tanah aset desa, Sabtu (4/12/2021). Hal itu menyusul adanya salah satu pihak yang hendak mengambil alih tanah tersebut.

Kepala Desa Gunungwungkal Mulyono mengatakan, tanah tersebut sebelumnya memang milik negara yang kemudian dikelola oleh PG Pakis. Namun, karena PG Pakis sebelumnya lama tidak beroperasi, tanah itu pun kembali ke negara.

Kemudian, warga Gunungwungkal berkeinginan untuk mengambil tanah seluas 4.434 meter untuk dijadikan sebagai aset desa.

Proses pembebasan lahan pun dilakukan hingga pada 2020 lalu, BPN Pati mengeluarkan sertifikat nomor 00024 bahwa tanah tersebut menjadi aset desa.

“Namun, ahli waris pemilik tanah yang berada di sebelah utara tanah aset desa itu, hendak menguasai tanah aset desa ini. Bahkan sudah diajukan ke PTUN Semarang. Padahal batas tanah aset itu sudah jelas. Karena itu, warga desa berinisiatif untuk memagari tanah aset desa ini,” katanya, Sabtu (4/12/2021).

Warga membawa spanduk yang menolak aset desa dikuasai salah satu orang. (MURIANEWS/Cholis Anwar)

Menurutnya, setelah tanah itu tidak digunakan oleh PG Pakis, warga Gunungwungkal memanfaatkan tanah tersebut untuk dikelola. Sehingga dulu sempat ditanami pohon randu yang hasilnya untuk kebutuhan bersih desa.

“Hingga saat ini pun masih dikelola oleh warga, tapi ditanami singkong. Hasilnya sama, untuk kebutuhan bersih desa. Karena itu warga tidak ingin tanah ini diambil alih oleh satu orang tersebut,” ujarnya.

Baca: Tanah Aset Desa Gunungwungkal Disengketakan, Warga Pasang Badan

Lebih lanjut, batas aset desa yang ada di sebelah utara itu adalah milik almarhum Amir yang merupakan warga Kajen, Kecamatan Margoyoso.

Baca: Tanah Lapangan SDN 02 Banjarsari Pati Hendak Dijadikan Hak Milik Perorangan, Puluhan Warga Wadul BPN

Tapi kemudian yang bersangkutan pindah ke Jakarta. Sementara yang mempermasalahkan tanah aset desa ini adalah ahli waris Amir tersebut.

“Ahli waris almarhun Pak Amir hendak mengambil sebagian tanah yang sudah menjadi aset desa ini. Karena itu, kami sebagai penduduk asli sini tidak ingin tanah aset desa ini diambil alih orang lain. Kami akan pertahankan, apalagi sudah mempunyai sertifikat atas nama desa,” tutupnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...