Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Puluhan Warga Kudus Antre Jadi TKI di Tengah Pandemi

Warga melihat daftar lowongan kerja yang terdapat di Kantor Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan UKM Kudus. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Pandemi Covid-19 membuat banyak negara yang belum belum membuka akses bagi tenaga kerja dari Indonesia. Meski demikian, di Kabupaten Kudus sudah ada puluhan warga yang antre untuk bekerja di luar negeri.

Catatan Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan UKM (Disnakerperinkop UKM) Kudus, hingga November 2021 sudah ada 78 warga yang mendaftar menjadi calon tenaga kerja Indonesia (TKI).

Kabid Penempatan Pelatihan dan Produktivitas Disnakerperinkop UKM Kudus Bambang Santoso menyebut jika jumlah itu memang cukup sedikit bila disbanding sebelum pandemi.

“Kemungkinan masih pandemi jadi negara-negara tetangga belum membuka akses,” katanya, Sabtu (4/12/2021).

Menurut Bambang, tujuan negara yang diinginkan calon TKI asal Kudus yakni Taiwan, Korea Selatan, dan Jepang. Ada juga yang ke Hongkong dan Singapura.

Baca: Belasan Negara Sudah Buka Pintu, Tapi TKI Jepara Belum Bisa Berangkat

Lebih lanjut, Bambang menyampaikan kebanyakan mereka yang hendak menjadi TKI menyasar ke perusahaan manufaktur di pabrik-pabrik. Selain itu ada yang menjadi tenaga kerja di kapal.

“Biasanya tujuan mereka kerja di luar negeri itu mencari modal. Rata-rata dua tahun di sana, terus balik lagi ke Kudus,” ungkapnya.

Bambang juga menjelaskan jika Kabupaten Kudus sebenarnya bukan Desmigratif. Artinya bukan daerah kantong TKI seperti Pati, Grobogan, dan Sragen.

“Di tempat kita paling setahun hanya 250 sampai 260 orang saja. Beda dengan daerah lain seperti Pati, Grobogan, dan Sragen, yang setahun bisa sampai ribuan yang menjadi TKI,” ungkapnya.

Baca: Baru Digaji Dua Kali, TKW Asal Madiun Disiksa Setahun Lebih di Malaysia

Bambang berharap agar warga Kudus berhati-hati ketika hendak bekerja ke luar negeri. Sehingga tidak tertipu dengan lowongan pekerjaan yang ditawarkan.

“Tentunya tetap berhati-hati kalau mau bekerja di luar negeri. Upayakan bertanya kepada yang lebih tahu atau cek ke perusahaan yang memberikan lowongan,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...