Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

LIGA 1 INDONESIA

Kasus Dokter Tim Gadungan Diminta Diusut Tuntas

BRI Liga 1 Indonesia.(FB)

MURIANEWS, Jakarta- Kasus Dokter Tim Gadungan di Liga 1 diminta diusut tuntas. Harapan ini disampaikan Dokter Tim PSIS, Alfan Nur Asyhar.

Alfan Nur Asyhar yang juga merupakan mantan Dokter Timnas Indonesia menyatakan sangat prihatin dengan kasus ini. Pihaknya juga menyatakan sangat kaget ketika banyak klub sepak bola Indonesia dan PSSI kecolongan. Karenanya ia berharap hal ini diusut tuntas.

“Proses hukum saya rasa harus dilanjutkan sebagai efek jera dan jangan sampai terulang oleh oknum siapapun. PSS Sleman ataupun FK USK adalah garda terdepan untuk meneruskan hal ini ke ranah hukum,” kata Alfan, seperti dilansir dari CNN Indonesia, Sabtu (4/12/2021).

Kasus penipuan yang dilakukan dokter gadungan seperti ini menurutnya bukan perkara sepele. Nur Asyhar bahkan menilai hal ini merupakan sebuah kejahatan besar di bidang kesehatan dan olahraga. Apalagi hal ini terkait dengan prestasi sepak bola Indonesia.

“Posisi dokter tim itu sangat vital. Dokter tim bertanggung jawab tentang illness dan injury, penanganan yang tepat dan cepat saat cedera di lapangan agar pemain bisa selamat dari hal-hal yang fatal. Juga mengatur gizi pemain, manajemen sistem medis klub, dan lain sebagainya,” kata Alfan Nur Asyhar menjelaskan.

BACA JUGA: 11 Tahun EA Diduga Bohongi Klub, Operator Liga dan PSSI

Sementara itu PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi Liga Indonesia mengakui ada yang salah dalam sistem verifikasi operator. Kasus ini akan dijadikan pelajaran, dan akan segera diperbaiki.

Pernyataan ini disampaikan Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita menyikapi kasus yang mengejutkan di Liga 1 Indonesia ini. Kejadian ini akan menjadi pelajaran dan tidak boleh terulang kembali.

“Selama ini proses verifikasi ada di klub. Semua verifikasi tentang dokter tim ada di klub, bukan di PT LIB. Ini jadi pelajaran buat kita. Kami akan jadikan ini momen untuk berbenah,” ucap Lukita.

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan pun menyayangkan hal ini bisa menimpa sepak bola Indonesia. Karenanya Iriawan akan melakukan penerapan lebih tegas dalam perekrutan dokter Timnas Indonesia.

“2018 itu (saat EA di Timnas U-19) bukan zaman kepengurusan saya. Walau demikian saya sangat menyesalkan ulah oknum seperti ini. Sangat merugikan tim,” kata Iriawan.

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: CNN Indonesia

Comments
Loading...