Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

INFO JABAR

Bocah Disabilitas Dianiaya, P2TP2A Sukabumi: Pelaku Harus Ditangkap

Bocah Disabilitas Dianiaya, P2TP2A Sukabumi: Pelaku Harus Ditangkap
Ilustrasi kekerasan anak (www.rmol)

MURIANEWS, Sukabumi – Peristiwa bocah disabilitas dianiaya orang tak dikenal di Kecamatan Tegalbuleud disayangkan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Sukabumi.

P2TP2A Sukabumi pun meminta pihak berwajib untuk segera mengungkap dan menangkap pelaku. Itu diungkap Ketua P2TP2A Kabupaten Sukabumi Yani Jatnika Marwan.

Dia merasa prihatin terkait kekerasan bocah berusia 12 tahun itu. Diketahui selain terdapat luka sundutan rokok, kuku jari kaki korban juga dicabut.

“Prihatin tentunya dengan keadaannya, kalau memang itu korban kekerasan harus dicari siapa pelakunya dan harus sampai dapat,” kata Yani dikutip dari Detikcom, Jumat (3/12/2031).

Baca juga: Kejam! Bocah Disabilitas Sukabumi Disiksa Tetangga

Yani bahkan sempat menghubungi istri kepala desa setempat. Dari informasi yang didapat, Yani memastikan bocah penyandang disabilitas itu memang korban penganiayaan. “Jawaban yang saya dapat sesuai dengan apa yang diberitakan teman-teman media ya,” ucap dia.

Hasil komunikasi yang digali oleh P2TP2A, hingga saat ini pelaku penganiayaan masih misterius. Hal itu karena korban sendiri sulit untuk diajak berkomunikasi.

“Karena anak tersebut tidak bisa diajak komunikasi lantaran tuna rungu. Kami akan secepatnya melakukan pengecekan ke lokasi, kabar terakhir yang saya terima Alhamdulillah kondisi korban sekarang sudah berangsur pulih sudah membaik. Seperti tidak demam dan kukunya tidak lagi bengkak dan berdarah. Malah sudah main lagi. Insya Allah akan mengunjungi korban secepatnya,” kata Yani.

Baca juga: Bocah 7 Tahun di Gorontalo Diduga Terkena Peluru Nyasar

Seperti diketahui, pelaku penganiayaan bocah penyandang disabilitas di Sukabumi masih misterius. Sejumlah pihak kesulitan mengorek informasi dari bocah disabilitas mental tersebut.

Badrudin, Kades Buniasih, Kecamatan Tegalbuleud membenarkan soal sulitnya mengungkap pelaku penganiayaan terhadap korban meskipun berbagai upaya telah dilakukan pihaknya bersama kepolisian setempat.

“Anak ini tidak bisa komunikasi dengan lancar, kasusnya kan sudah ditangani Polsek Tegalbuleud dan sudah penyelidikan. Hanya kemarin anaknya ditanya tidak bisa bicara malahan seperti kebingungan,” ucap Badrudin.

Setelah proses penyelidikan, polisi akhirnya menangkap seorang pria berusia 50 tahun yang diduga penganiaya bocah penyandang disabilitas di Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi. Terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan.

“Ia terduga pelaku sudah (diamankan) usia 50 tahunan sudah berumur,” kata Kapolsek Tegalbuleud Iptu Deni kepada Detikcom, Jumat (3/12/2021).

Menurut Deni, pria itu mengakui perbuatannya. Polisi masih mendalami motif pria itu menganiaya bocah disabilitas.

“Alasannya keheul (kesal) ke korban dan dia sudah mengakui perbuatannya. Pemeriksaan masih belum selesai, masih cari BB (barang bukti) pengakuannya dia menggunakan alat pencabut (saat menganiaya korban),” ujar Deni.

Hingga saat ini lelaki penganiaya bocah disabilitas tersebut masih menjalani pemeriksaan. Selain mencari barang bukti, polisi terus memeriksa pelaku terkait aksi kekerasan yang dilakukannya.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: Detikcom

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.