Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Difabel Blora Ingin Ada Perbub yang Melindungi Hak Mereka

Difabel di Kabupaten Blora. (MURIANEWS/Kontributor Blora)

MURIANEWS, Blora – Memperingati Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2021, Penyandang Disabilitas Blora Mustika (DBM) menuntut adanya Peraturan Bupati (Perbub) terkait pemenuhan hak-hak dan perlindungan disabilitas.

Ketua DBM Abdul Ghofur mengatakan adanya Perbub sangat penting untuk mendukung pemenuhan hak bagi penyandang disabilitas.

“Perda itu kan harus diperkuat Perbub. Karena pagu anggaran mengikuti Perbub. Jadi keuntungannya kalau ada Perbub seluruh OPD harus mengalokasikan anggarannya untuk pemenuhan hak disabilitas. Itu sesuai UU Nomor 8 Tahun 2016,” jelas Ghofur, Jumat (3/12/2021).

Ghofur menuturkan, ketiadaan perbub selama ini cukup mempersulit penyandang disabilitas dalam menuntut pemenuhan haknya. Termasuk soal program penganggaran untuk pemberdayaan disabilitas.

“Saya hanya minta satu saja. Perbub. Tidak lain. Pengalaman selama ini kita kesulitan untuk mendapatkan program anggaran. Alasannya karena belum ada Perbub. Jadi kita minta hadiah itu di HDI tahun ini,” ungkapnya.

Baca: Cahya, Difabel Jepara Pemegang Rekor MURI Girang Dapat KTP

Lebih jauh, Ghofur mengungkapkan sejak adanya Perda nomor 13 tahun 2019 tentang pemenuhan hak dan perlindungan disabilitas di Kabupaten Blora, segala bentuk pemenuhan hak penyandang disabilitas belum terakomodir.

“Contoh terkait aksebilitas, kuota memperkerjakan 1 persen bagi penyandang disabilitas selama ini di Blora belum berjalan. Karena apa, memang harus ada Perbubnya. Kalau tanpa Perbub itu tidak bisa berjalan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Perkumpulan Perempuan Difabel (Perdifa) Kabupaten Blora Siti Muntarin mengungkapkan pentingnya Perbub disabilitas. Sebab selama ini perempuan difabel cukup kesulitan mengakses program penganggaran dari pemerintah.

“Padahal perempuan difabel di Blora ini banyak yang punya bakat. Baik yang membuat kerajinan, makanan dan menjahit. Tapi kita gak bisa melakukan pemberdayaan  karena tidak adanya support anggaran yang berkelanjutan dari pemerintah,” ungkapnya.

Terlebih, kata Siti, dukungan pemerintah di tingkat bawah baik desa maupun kelurahan terhadap Perdifa juga sangat kurang.

 

Kontributor Blora
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...