Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Geger Dokter Gadungan di Tim PSS Sleman, Tidak Ada Yang Curiga

Saddam Gaffar
Saddam Gaffar, salah satu pemain yang pernah ditangani EA di PSS Sleman.(facebook.com/pssi/photos)

MURIANEWS, Jakarta- Geger dokter gadungan di Tim PSS Sleman menjadi pembicaraan di persepakbolaan nasional. Namun sebelumnya memang tidak ada yang menaruh curiga.

Saddam Gaffar, pemain muda PSS Sleman adalah salah satu yang menyatakan tidak pernah menaruh curiga terhadap keberadaan EA, selaku dokter Tim PSS. Penyerang asal Jepara ini merupakan salah satu pemain yang pernah ditangani oleh EA.

Saat mengalami cidera lutut pada awal November 2021 lalu, Saddam sempat dalam pantauan EA. Sepekan kemudian, jebolan Timnas Indonesia U-19 itu dipastikan mengalami cedera Medial Collateral Ligament (MCL) Sprain.

Saddam mengaku tidak pernah curiga dengan Aminudin sebagai dokter gadungan. Namun demikian Saddam selalu berkonsultasi dengan dokter lain saat mengalami cedera.

BACA JUGA: PT LIB Sebut Ijazah Kedokteran EA Tidak Terdaftar

“Kalau curiga sih enggak. Tapi saya enggak konsultasi sama dokter itu (EA) saja. Saya juga konsultasi sama dokter Timnas, dokter Dicky. Kalau dia (EA) ngomong, aku bandingin sama dokter Dicky,” ujar Saddam kepada seperti dilansir CNN Indonesia, Jumat (3/12/201).

“Tapi kalau pengalaman dulu Nando (Ernando Ari Sutaryadi). Itu Nando ditangani dia waktu di Timnas. Nando lepas bahunya. Lama juga penanganannya. Nah dari Nando saya dikasih tahu untuk tanya-tanya dokter lainnya. Sarannya dokter Dicky. Akhirnya saya banyak tanya dokter Dicky selama cedera,” ucap Saddam.

Sampai saat ini Saddam memang masih terus menjalani pemulihan terkait cidera yang dialaminya. Namun pihaknya tidak mau berspekulasi atau menuduh, lamanya pemulihan cidera karena penanganan yang keliru dari EA, yang saat itu masih menjadi dokter Tim PSS.

“Kalau itu kayaknya enggak lah. Soalnya saya cederanya itu pas latihan, bukan pertandingan. Penanganannya juga normal pas di PSS, tidak macam-macam,” ucap Saddam menjelaskan.

Saat ini pemain kelahiran 24 September 2001 itu sedang menunggu jadwal operasi. Setelah operasi Saddam berambisi mengembalikan sentuhan dan kembali dipanggil Shin Tae Yong di Timnas Indonesia.

“Saya target enam bulan pulih setelah operasi. Kalau biasanya enam sampai delapan bulan. Semoga bisa cepat pulihnya. Kalau SEA Games kayaknya tidak kekejar. Semoga Piala AFF tahun depan bisa,” ucap Saddam.

Penjaga gawang Persebaya Ernando Ari Sutaryadi, sebelumnya melalui akun medsosnya menyebut dirinya merasa mendapatkan penanganan yang keliru dari EA. Meski tidak menyebut secara detail, postingan Nando di instasStory-nya, menyiratkan hal itu.

“Ya Allah dulu hampir tidak jadi operasi gara-gara bapak ini (EA), dan untuk tidak pensiun dini. Semoga tidak terulang lagi,” demikian unggahan yang ditulis Ernando, yang dibubuhi emoticon bingung.

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: CNN Indonesia

Comments
Loading...