Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Carrick Sebut Mundur dari MU Merupakan Keputusan Sulit

Liga Inggris
Michael Carrick mengaku telah membuat keputusan sulit. (.facebook.com/MichaelCarrick/photos)

MURIANEWS, Manchester- Michael Carrick menyebut, mundur dari MU merupakan keputusan sulit bagi dirinya. Keputusannya mengejutkan banyak pihak usai membawa MU menang atas Arsenal.

Carrick, yang memegang peran sebagai pelatih tim utama MU dalam status sementara, diketahui sudah memberi tahu para pemainnya sebelumnya. Dirinya akan mundur setelah pertandingan selesai.

“Ini bukan keputusan yang mudah untuk dibuat, tetapi saya merasa itu adalah keputusan yang tepat. Saya akan mengambil cuti setelah saya selesai bermain dan itu tidak pernah terjadi. Rasanya seperti waktu yang tepat untuk menjauh, dan bagaimana cara untuk menyelesaikannya,” ujar Michael Carrick seperti dilansir Daily Mail, Jumat (3/12/2021).

“Ini 100% keputusan saya. Selama seminggu terakhir saya sadar, saya menghormati klub dan manajer yang datang. Saya pikir itu adalah hal yang benar untuk dilakukan untuk klub dan untuk Ralf [Rangnick] dan saya cukup senang dengan itu,” tambahnya.

“Kami berada dalam situasi di mana ada tanggung jawab untuk melihat permainan ini selesai. Loyalitas kepada Ole adalah sedikit faktor, tetapi ada banyak hal yang menjadi keputusan saya,” tegasnya lagi.

Carrick selanjutnya mengaku telah memiliki masa-masa indah, kenangan indah dan kebanggan dengan para pemain selama tiga pertandingan terakhir. Para pemain MU, juga disebutnya terkejut dengan keputusannya.

BACA JUGA: MU Belum Pernah Kalah Lagi, Tapi Carrick Mengundurkan Diri

“Ada sedikit suasana emosional di ruang ganti. Aku memegangnya bersama-sama. Tidak mudah untuk menjauhkannya dari orang-orang, tetapi saya memiliki pekerjaan yang harus dilakukan,” lanjutnya lagi.

Carrick datang ke MU dari Tottenham Hotspur pada 2006 sebagai pemain. Sejak itu dirinya mencatat 464 pertandingan bersama MU. Kemudian memenangkan lima gelar Liga Premier, Liga Champions, satu Piala FA dan beberapa gelar lainnya.

Pada tahun 2018 dirinya berhenti sebagai pemain dan bergabung di staf kepelatihan di era Jose Mourinho. Saat Ole Gunar Solskjaer masuk, perannya dipertahankan di klub. Di tahun ke-3 Ole Gunar Solskjaer, United mengalami awal yang menyedihkan, hingga berakhir pemecatannya.

Carrick selanjutnya ditunjuk menjadi pelatih sementara sejak itu. Selama masa kepemimpinannya, United telah memenangkan dua pertandingan dan satu hasil imbang melawan pemuncak klasemen Chelsea.

Sebelumnya, MU juga sudah mengumumkan Carrick akan tetap dipertahankan di staf kepelatihan di bawah Rafl Ragnick. Dalam hal ini termasuk Kieran McKenna, asisten Ole Gunar Solskjaer. Sehingga memang cukup mengejutkan, ketika pelatih berusia 40 tahun itu memutuskan untuk meninggalkan klub.

“Meskipun kami sedih melihatnya pergi, kami menghormati dan memahami keputusan Michael. Dia akan selalu dikenal sebagai salah satu gelandang terbaik dalam sejarah Manchester United, dan, baru-baru ini, sebagai pelatih luar biasa yang telah bekerja tanpa lelah di bawah dua manajer untuk membantu mengembangkan skuat kuat yang sekarang akan dipimpin Ralf,” ujar Direktur Sepak Bola MU, John Murtough.

“Kami berterima kasih atas kepemimpinan mantap yang telah ditunjukkan Michael melalui periode transisi manajerial ini, dan, sementara dia sekarang menjauh dari keterlibatan sehari-hari, dia akan selalu diterima kembali sebagai legenda klub,” tambah John Murtough.

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: Daily Mail

Comments
Loading...