Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Vaksinasi di Karimunjawa Dilakukan dari Pintu ke Pintu

Tenaga vaksinasi Covid-19 door to door di rumah warga Karimunjawa Jepara. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Jepara – Puskesmas Karimunjawa tak henti-hentinya melakukan berbagai upaya untuk membentuk kekebalan komunal di pulau terluar Kabupaten Jepara itu. Bahkan, petugas Puskesmas rela mendatangi warga dari rumah ke rumah untuk menyuntikkan vaksin Covid-19.

Kepala Puskesmas Karimunjawa Suhadi, memastikan terus melaksanakan intruksi Gubernur Jawa Tengah dan Bupati Jepara untuk menuntaskan vaksinasi Covid-19 di Karimunjawa.

Diketahui, Karimunjawa memang sebelumnya menjadi prioritas dalam pembentukan kekebalan komunal atau herd immunity. Ini dilakukan untuk menghidupkan kembali perekonomian masyarakat yang sempat mati.

Suhadi mengaku, vaksinasi tidak hanya bagi masyarakat yang tinggal di Pulau Karimunjawa. Melainkan juga warga-warga di luar Pulau Karimunjawa.

Meskipun tenaga kesehatan rela menyeberang dengan menggunakan kapal dari Karimunjawa untuk sampai di kepulauan Parang, Nyamuk, dan Genting yang cukup jauh dari keterjangkauan fasilitas kesehatan.

“Kami juga melakukan vaksinasi door to door, hingga ke Pulau Parang, Nyamuk dan Genting. Ini untuk menjangkau warga lanjut usia yang ada di sana,” kata Suhadi, Jumat (3/12/2021).

Baca: Karimunjawa Ditawari PLTS di Tengah Laut

Suhadi menyebut, saat capaian vaksinasi di Karimunjawa sudah mencapai 97,12 persen. Untuk mencapai 100 persen pihak Puskesmas terus melakukan vaksinasi door to door ke rumah warga.

Hingga, akhir bulan November, dari target vaksiansi sebanyak 8.128 orang untuk dosis pertama sudah tercapai sebanyak 7.894 orang atau 97,12 persen. Sedangkan untuk dosis kedua tercapai 5.621 orang atau 69,15 persen.

“Untuk mencapai seratus persen di wilayah tujuan pariwisata pihak Puskesmas Karimunjawa terus berupaya melakukan vaksinasi door to dor ke rumah warga,” imbuh Suhadi.

Suhadi mengungkapkan, keterbatasan tempat tinggal mereka dengan fasiltas layanan kesehatan menjadi kendala mereka untuk melakukan vaksinasi.

Sehingga yang paling tepat dilakukan yaitu dengan vaksinasi jemput bola atau door to door. Selain itu banyak warga yang meninggal dunia yang masih tercatat dalam Nomor Induk Kependudukan (NIK).

“Seperti di Pulau Parang, Nyamuk kita harus menggunakan perahu lagi menuju sana,” pungkasnya.

Saat ini, pemerintah Kabupaten Jepara sendiri menargetkan sebanyak 922.450 warga Jepara harus divaksin Covid-19.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...