Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Penyandang Disabilitas Jepara Diberi Fasilitas SIM D

Penyandang dissabiliitas sedang mengikuti ujian SIM D di Polres Jepara. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2021 menjadi hari kebahagiaan bagi sebagian difabel di Kabupaten Jepara. Sebab, mereka Jumat (3/12/2021) hari ini mendapatkan fasilitas pembuatan SIM D.

Hari ini, ada enam penyandang disabilitas yang menjalankan uji SIM D di Polres Jepara. Mereka datang bersama Komunitas Motor Difabel Jepara (KMDJ).

Di komunitas ini, semua anggota yang belum memiliki SIM D diupayakan untuk mendapatkan fasilitas dengan mudah

Meskipun penyandang disabilitas, mereka tak lantas mendapatkan SIM D tanpa ujian. Mereka tetap melewati semua ujian yang umum dilalui pengaju SIM.

Seperti tes kesehatan, psikologi, uji teori sampai ujian praktik di jalur yang biasanya disyaratkan bagi pengaju SIM pada umumnya.

Pada saat ujian praktik, para difabel diminta untuk melalui beberapa model lintasan. Seperti jalan lurus sampai zigzag.

“Kita layani, kita fasilitasi. Tapi tetap mengikuti semua mekanisme yang ada. Mulai dari identifikasi, foto, ujian teori, maupun praktik sesuai dengan mekanisme,” kata Bintara Urusan (Baur) SIM Satlantas Polres Jepara Aiptu Hariyono.

Baca: Banyak Difabel Kudus Lari ke Jepara karena Diabaikan Perusahaan

Melalui pemberian fasilitas tersebut, Hariyono berharap agar para penyandang disabilitas bisa berkendara dengan tenang. Juga supaya mereka memiliki kelengkapan dalam berkendara.

“Tapi tetap patuhi aturan lalu lintas yang ada. Seperti pakai helm, spion lengkap, knalpot standar dan kelengkapan lainnya. Karena di jalan itu pengendaranya banyak, jadi harus tetap hati-hati,” tutur Hariyono.

Masrikin, salah satu penyandang disabilitas yang mengikuti ujian SIM D, mengaku sangat senang dan bersyukur. Sebab, setelah mendapatkan SIM D, ia bisa lebih percaya diri dalam berkendara di jalan raya.

“Biar kalau ke luar kota bisa aman, bisa nyaman. Supaya bisa bersilaturrahmi kepada teman-teman (sesama penyandang dissabilitas, red). Tadi bikin SIM-nya mudah, cepat,” ujar dia.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...