Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Belasan Rumah di Parakan Temanggung Rusak Dihantam Puting Beliung

Beberapa warga Parakan membetulkan atap yang rusak setelah diterjang angin ribut. (BPBD Kabupaten Temanggung)

MURIANEWS, Temanggung – Belasan rumah di Kecamatan Parakan Kabupaten Temanggung rusak diterjang puting beliung, Kamis (2/12/2021) sore. Tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Berdasarkan data yang diterima, puting beliung tersebut terjadi sekitar pukul 15.50 WIB dan menerjang dua desa/kelurahan di wilayah Kecamatan Parakan, yakni Desa Wanutengah dan Kelurahan Parakan Wetan.

Baca: Puting Beliung Porak-porandakan Sejumlah Tempat di Blora

”Angin ribut (putting beliung) tersebut mengakibatkan belasan rumah atau bangunan mengalami rusak, terutama di bagian atap,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung Toifur Hadi, seperti dikutip Suara.com, Jumat (3/12/2021).

Ia menyebutkan dampak dari kejadian tersebut di Kelurahan Parakan wetan Lingkungan Panjangsari Lama terdapat lima rumah rusak ringan bagian atap dan di Masjid Al Mujahidin rusak ringan di bagian bangunan tempat parkir, dan gereja rusak ringan di bagian atap.

Kemudian di Dusun Mulyosari Desa Wanutengah Kecamatan Parakan beberapa rumah juga mengalami kerusakan, namun saat ini masih dalam pendataan.

Baca: Bupati Kudus Perintahkan Renovasi Rumah Rusak Dihajar Puting Beliung

”Angin ribut ini tidak menimbulkan korban jiwa. Hanya kerugian materiil. Saat ini masih didata,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Camat Parakan Edi Mursito menyampaikan usai kejadian warga dibantu relawan berusaha menyingkirkan puing-puing material atap rumah yang rusak.

Ia menuturkan usai kejadian angin ribut tersebut, aliran listrik di daerah tersebut juga padam.

Baca: 106 Rumah di Undaan Kudus Rusak Diterjang Puting Beliung

Di sisi lain, berdasarkan kajian ilmiah puting beliung disebabkan perbedaan tekanan udara sangat besar di sekitar awan komulonimbus. Perbedaan tekanan udara itu menyebabkan angin kencang berputar keluar dari awan dengan kecepatan lebih dari 34 knot atau 64 kilometer per jam.

Puting beliung umumnya terjadi pada masa peralihan musim atau pancaroba. Angin puting beliung biasanya terjadi sore hari antara pukul 12.00 hingga 18.00.

Potensi terjadinya puting beliung biasanya ditandai teriknya matahari pada pagi hingga siang hari. Naiknya suhu permukaan tanah menyebabkan perubahan drastis tekanan udara yang memicu puting beliung.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Suara.com

Comments
Loading...