Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Menag: Omicron Patut Diwaspadai

Menag: Omicron Patut Diwaspadai
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. (YouTube DPR RI)

MURIANEWS, Jakarta – Munculnya varian baru Covid19, Omicron sudah sepatutnya diwaspadai. Namun, kekhawatiran itu jangan sampai berlebihan. Itu diungkapkan Menag Yaqut Cholil Qoumas.

Penyataan itu disampaikan menanggapi pertanyaan anggota Komisi VIII DPR saat RDP Selasa (30/11/2021), terkait kekhawatiran akan varian Omicron jika ibadah umroh dilaksanakan pada Desember ini.

“Kita perlu waspada tapi jangan terlalu khawatir berlebihan,” ujar Menag Yaqut dikutip MURIANEWS dari YouTube DPR RI, Kamis (2/12/2021).

Baca juga: Varian Omicron Terdeteksi di Arab Saudi

Menurutnya, Omicron saat ini masih terus diteliti. Mengutip informasi dari Kementerian Kesehatan, kata dia, Omicron memiliki kombinasi mutasi berbahaya yang dimiliki Varian of Concern lainnya.

“Omicron memiliki potensi penularan tinggi dan menurunkan efektivitas respon imun antibodi yang sebelumnya terbentuk dari infeksi maupun vaksinasi. Tapi tidak ada bukti keparahan yang tinggi dibanding varian yang lainnya,” kata dia.

Yaqut mengatakan Indonesia patut bersyukur karena program vaksinasi sudah mencakup sekitar 70 persen. Kondisi itu, berbeda dengan cakupan vaksinasi di Afrika yang menjadi asal varian virus baru tersebut.

Paling penting, kata Yaqut, masyarakat Indonesia harus terus disiplin menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, menghindari kerumunan, mencuci tangan, mengurangi mobilitas, dan menjaga jarak agar varian Omicron tidak menyebar di Indonesia.

“Pemerintah Indonesia juga melakukan ban (pelarangan penerbangan masuk) bagi sejumlah negara untuk mengantisipasi Omicron. Insya Allah selamat jika kita disiplin Prokes,” kata dia.

Baca juga: Jemaah Umrah RI Bisa Berangkat Desember 2021

Sebelumnya, Yaqut menyatakan aturan terbaru dari otoritas Arab Saudi bahwa calon jamaah umrah yang menerima vaksin Sinovac dosis lengkap wajib menjalani karantina selama tiga hari setibanya di Tanah Suci.

“Bagi jamaah umrah yang telah divaksin dosis lengkap dengan vaksin yang diakui WHO, diberlakukan karantina selama tiga hari,” ujar Menag Yaqut.

Yaqut mengatakan bahwa Arab Saudi hingga saat ini hanya mengakui empat jenis vaksin yakni Pfizer, AstraZeneca, Moderna, dan Jhonson and Johnson. Mereka yang telah mendapat vaksin tersebut boleh melangsungkan ibadah tanpa harus karantina terlebih dahulu.

Sementara bagi vaksin yang tidak masuk pengakuan Arab Saudi tetapi sudah diakui Badan Kesehatan Dunia (WHO) wajib melakukan karantina tiga hari. Jamaah Indonesia sendiri mayoritas mendapat vaksin Sinovac, maka dari itu mereka wajib untuk menjalani karantina.

Sehari setelah RDP DPR RI (1/12/2021), Arab Saudi mengumumkan adanya kasus Omicron. Kemunculan itu diumumkan sebuah sumber resmi di Kementerian Kesehatan Pemerintah Arab Saudi. Di sebutkan, varian itu ikut terbawa oleh seorang warga yang tiba dari sebuah negara di Afrika Utara

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...