Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Varian Omicron Terdeteksi di Arab Saudi

Varian Omicron Terdeteksi di Arab Saudi
Ilustrasi ibadah haji. (Twitter/@hsharifain)

MURIANEWS, Jakarta – Varian baru Covid19 Omicron terdeteksi di Arab Saudi. Kabar ini tentu akan memengaruhi kesiapan pemberangkatan Ibadah Umrah Indonesia.

Kemunculan itu diumumkan sebuah sumber resmi di Kementerian Kesehatan Pemerintah Arab Saudi. Di sebutkan, varian itu ikut terbawa oleh seorang warga yang tiba dari sebuah negara di Afrika Utara.

Mengutip dari kantor berita Arab Saudi, Saudi Press Agency (SPA), sumber itu menambahkan bahwa penyelidikan epidemiologi telah dimulai dan kasus ini dikirim ke karantina, di mana prosedur kesehatan terakreditasi diikuti.

Hal ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Kementerian Kesehatan dan Otoritas Kesehatan Masyarakat dalam menyelidiki dan menangani kondisi epidemiologi COVID-19 dan variannya secara permanen, di samping upaya lembaga nasional dalam memerangi pandemi, seperti memantau penyeberangan perbatasan.

Sumber tersebut menyoroti pentingnya bagi semua individu di masyarakat untuk terus menerima suntikan vaksin dan berkomitmen untuk semua tindakan pencegahan dan pencegahan dan protokol terakreditasi, di samping pentingnya kepatuhan kedatangan terhadap peraturan yang terkait dengan karantina dan tes laboratorium untuk keselamatan semua orang.

Baca juga: Menkes Wanti-Wanti Omicron Varian Baru Covid19

Sebagaimana diketahui, Omicron dilaporkan pertama kali ditemukan Afrika Selatan dan Botswana. Beberapa hari kemudian, laporan serupa ditemukan di negara-negara Eropa, seperti Inggris dan Belgia.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mewanti-wanti kemungkinan adanya varian baru Covid19, yakni Omicron. Penularan Omicron disebut lebih cepat dan melemahkan antibody yang ada.

Kendati begitu, Menkes meminta masyarakat tidak panik dalam situasi ini. Pemerintah masih terus mengidentifikasi kemungkinan adanya varian Omicron.

“Jadi kita juga tidak perlu terlalu panik, terburu-buru dalam mengambil kebijakan yang tidak basis data,” kata Budi Gunadi Sadikin dikutip MURIANEWS dari YouTube Sekretariat Presiden, Senin (29/11/2021).

“Sampai sekarang Indonesia belum teramati adanya varian Omicron ini,” lanjutnya.

Baca juga: Jemaah Umrah RI Bisa Berangkat Desember 2021

Sebelumnya, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan jemaah umrah RI sudah bisa diberangkatkan mulai Desember 2021. Lebih dari 50 ribu jemaah sempat gagal gegara pandemi Covid19.

Meski begitu, Yaqut mengatakan tak semua jemaah yang sempat gagal berangkat karena pandemi Covid19 itu bisa langsung berangkat.

“Jemaah umrah yang tertunda keberangkatannya, berdasarkan data yang ada pada sistem informasi pengawasan terpadu umrah dan haji khusus (siskopatuh), sampai saat ini terdapat 59.757 orang,” ujar Yaqut dikutip MURIANEWS dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VIII DPR, di YouTube Komisi VIII DPR RI, Selasa (30/11/2021).

Yaqut menjelaskan, berdasarkan data ada 18.752 orang yang sudah memegang visa. Yaqut menyebutkan mereka sudah siap untuk berangkat umrah dan memastikan bakal berangkat pada Desember 2021.

“Jemaah umrah yang tertunda keberangkatannya menjadi prioritas yang diberangkatkan pada tahap awal dibukanya penyelenggaraan umrah di bulan Desember nanti,” ujar Yaqut.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: SPA

Comments
Loading...