Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Ini Perbedaan Tekanan Darah Normal Orang Dewasa dan Anak

Ini Perbedaan Tekanan Darah Normal Orang Dewasa dan Anak-Anak
Ilustarsi tekanan darah. (freepik)

MURIANEWS, Kudus – Tekanan darah merupakan ukuran seberapa kuat jantung memompa menyalurkan darah ke seluruh tubuh. Setiap orang memiliki tekanan darah berbeda yang dipengaruhi faktor yang beragam, seperti usia, pola makan dan jenis kelamin.

Melansir alodokter.com, yang ditinjau oleh dokter Sienny Agustin, orang dewasa yang sehat memiliki tekanan darah normal sekitar 90/60 mmHg hingga 120/80 mmHg.

Angka 90 dan 120 menunjukkan tekananan saat jantung memompa darah ke seluruh tubuh yang kerap disebut tekanan sistolik. Sementara angka 80 dan 60 menunjukkan tekanan ketika jantung berisitirahat sejenak sebelum memompa darah lagi atau biasa disebut tekanan diastolik.

Baca juga: Jangan Suka Begadang, Ini Efeknya Bagi Tubuh

Jika lebih dari angka itu, maka seseorang akan didiagnosis mengalami hipertensi atau tekanan darah tinggi. Mengutip dari Kompas.com, berikut ini adalah tekanan darah pada orang dewasa;

–          Normal tinggi              : sistosis 130-139 mmHg atau diastosis 85-89 mmHg

–          Hipertensi tingkat 1    : sistosis 140-159 mmHg atau diastosis 90-99 mmHg

–          Hipertensi tingkat 2    : sistosis lebih dari 160 mmHg atau diastosis lebih dari 100 mmHg

Tekanan darah seseorang juga dapat berbeda atau bervariasi sepanjang hari. Hal ini dipengaruhi oleh perubahan aktivitas yang dijalani.

Baca juga: Ingin Donor Darah? Ketahui Dulu Hal Ini

Sebagai contoh, saat tidur malam hari, tekanan darah seseorang berada di titik terendah. Berbeda saat pagi hari setelah bangun, tekanan darah akan berangsur naik dan mencapai puncak di siang hari ketika seseorang memiliki aktivitas yang padat dengan kemungkinan adanya stres.

Untuk mengukur atau menentukan tekanan darah secara akurat, perlu pengukuran minimal 3 kali di waktu berbeda dengan selang minimal satu minggu. Pengulangan ini ditujukan untuk menghilangkan faktor kemungkinan yang dapat meningkatkan tensi secara tiba-tiba seperti dalam kondisi stres, lelah dan sebagainya.

 

Penulis: Loeby Galih Witantra
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: Alodokter, Kompas.com

Comments
Loading...