Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

METRO JATENG

Jateng Akan Berlakukan Penyekatan saat Nataru, Jika…

Pengendara melintasi penyekatan jalan di Kudus beberapa waktu lalu. (MURIANEWS/Yuda Auliya  Rahman)

MURIANEWS, Semarang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah belum berencana melakukan penyekatan jalan saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) mendatang. Meski demikian, kebijakan penyekatan itu bisa diambil, jika terjadi terjadi lonjakan mobilitas.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, pihaknya belum mengambil kebijakan untuk melakukan penyekatan jalan. Oleh karenanya, masyarakat diminta untuk menahan diri untuk tidak bepergian saat libur Nataru.

“Kalau penyekatan sampai hari ini kami belum ambil kebijakan itu. Maka kita hanya meminta pengertiannya dari seluruh kelompok masyarakat agar merayakan Natal dan Tahun Baru di tempatnya masing-masing agar kita bisa mencegah bersama-sama,” katanya, Selasa (30/11/2021).

Meskipun demikian pihaknya bersama Polda Jateng telah berkoordinasi dan menyiapkan skenario-skenario terburuk. Skenario penyekatan mungkin dilakukan jika nanti terjadi perpindahan besar.

“Maka sekali lagi, kalau rame-rame dan terjadi perpindahan besar, ada potensi penularan. Maka saya minta pada semluruh masyarakat untuk tetap di wilayahnya masing-masing selama Natal dan Tahun Baru,” ujarnya.

Baca: 8 Daerah di Jateng Level 1 PPKM, Ganjar: Semua Harus Tetap Siaga

Ganjar juga meminta semua daerah di Jateng untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan mobilitas masyarakat jelang Natal dan tahun baru. Semua harus mempersiapkan diri dan melakukan antisipasi-antisipasi.

“Semua harus siaga, maka prokes harus diperketat. Di manapun tempatnya, jangan dilonggarkan. Kalaulah ada masyarakat yang bisa berkegiatan di tempat umum, tolong prokesnya ditaati. Minimal masker jangan sampai lepas,” terangnya.

Untuk daerah yang level PPKM masih tinggi, Ganjar meminta agar pengetatan dilakukan dengan serius. Baik di pasar, restoran, tempat wisata dan lainnya harus diatur agar prokes benar-benar diterapkan.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...