Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Pembangunan Bendung Blado Pati Dianggap Tak Efektif

Warga melihat Bendung Blado Pati yang masih proses pembangunan. MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Pati – Pembangunan Bendung Blado yang berada di Desa Bumirejo, Kecamatan Margorejo, Pati dinilai tidak efektif. Sebab, tata letaknya yang berada di bawah, hanya sedikit jangkauan sawah irigasi yang bisa dijangkau.

Wakil Ketua Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) Banyu Selaras Pati, Kamelan mengatakan, dulu Bendung Blado memang pernah dibangun di zaman Belanda. Namun pembangunannya di bagian atas bendung yang sekarang.

Bangunan itulah yang dinilai lebih baik. Namun sekarang ini di sekitar lokasi tersebut telah penuh dengan pemukiman warga.

“Sekarang ini dibangun di lokasi yang berbeda sebenarnya kurang begitu efektif. Termasuk untuk daerah irigasi yang berkurang. Karena sebelah bawah sudah ada Sungai Juwana jadi saat dipompanisasi sudah bisa mengairi lahan sawah,” katanya, Senin (29/11/2021).

Selain itu, pelaksana proyek diharapkan dapat memperhatikan waktu pengerjaan. Selain itu pekerjaan itu juga diharapkan dapat melihat dampak resiko terhadap jalan pertanian di sekitar bendungan.

Diketahui jika proses pengerjaan dimulai pada 7 Oktober dan akan berakhir pada 20 Desember atau kurang 20 hari lagi.

“Harapannya tentu target waktu itu bisa dipenuhi dengan baik karena waktu yang tersisa tinggal 20 hari lagi. Kami khawatir jika tak selesai akan memiliki sejumlah dampak,” terangnya.

Baca: Tanggul Sungai Ketitang Wetan Pati Jebol, Puluhan Rumah Kebanjiran

Di antara dampak yang dikhawatirkan yakni mundurnya masa tanam pertama. Selain itu muncul kekhawatiran bangunan yang belum selesai bisa menyebabkan banjir di areal persawahan maupun permukiman.

Pihaknya meminta pekerjaan itu dapat memperhatikan jalan pertanian di sekitar bendungan. Lantaran muncul keluhan arah bendung seandainya jadi akan mengarah ke jalan pertanian.

Hal itulah yang dikhawatirkan akan menggerus jalan yang digunakan masyarakat untuk ke areal pertanian maupun mengangkut hasil tani.

“Permintaan kami fisik bendung bisa diubah supaya memperhatikan keamanan jalan sawah Desa Jimbaran,” pungkasnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...