Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Ini Saran Pakar Hadapi Omicron

Ini Saran Pakar Hadapi Omicron
Ilustrasi. (Freepik)

MURIANEWS, Jakarta – Pakar Epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menyarankan pemerintah untuk segera melakukan berbagai mitigasi untk menghadapi Omicron.

Ia meminta pemerintah fokus dan menyasar sejumlah kategori yang ‘wajib’ diambil sampelnya untuk kemudian dilakukan pemeriksaan WGS.

Siapa yang masuk kategori ‘wajib’ itu. Pertama adalah mereka yang sudah menerima vaksin Covid19 lengkap namun masih terpapar Covid19.

Kedua, kasus-kasus klaster level komunitas yang perlu dicari tahu penyebabnya. Ia menyebut, dalam kondisi seperti itu, pemerintah cukup mengambil sampel acak seperti pada kasus klaster di sekolah dan lain-lain.

Ketiga, warga yang mendapat hasil positif tes PCR di pintu masuk negara, terutama kedatangan dari negara yang masuk daftar merah atau juga WNA maupun WNI yang memiliki gejala klinis covid-19.

“Karena varian Omicron ini akan membuat 2022 menjadi tahun yang cukup kompleks prediksinya. Data imunitas sulit diprediksi, data surveilans, serologi. Dunia di akhir tahun setengah penduduk dunia sudah kebal,” katanya.

“Tapi ada setengahnya yang masih rawan. Gelombang ketiga di 2022 jauh lebih kompleks dibandingkan gelombang di 2021,” kata dia dikutip dari CNN Indonesia, Senin (29/11/2021).

Baca juga: Mutasi Covid Varian Omicron, Ini Bahayanya

Dicky mendorong pemerintah terus menggencarkan upaya 3T yakni, testing, tracing, dan treatment, pemeriksaan WGS, serta mengakselerasi capaian program vaksinasi nasional terutama pada kelompok rentan seperti warga lanjut usia.

Ia juga mengimbau masyarakat dan pemerintah Indonesia untuk memperkuat aksi pencegahan dengan pola hidup sehat dan memperkuat protokol kesehatan minimal 5M. Di antaranya yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilitas.

“Sekali lagi hukum biologi berlaku. Varian baru Omicron terjadi akibat lemahnya surveillance genomic, 3T, 5M, vaksinasi dan infodemic,” ujar Dicky.

Baca juga: Pakar Duga Omicron Sudah Masuk Indonesia

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan varian Omicron belum teridentifikasi sejauh ini di Indonesia berdasarkan pemantauan dan hasil pemeriksaan WGS.

Budi merinci sampai saat ini sudah ada 128 kasus yang terkonfirmasi varian Omicron di sembilan negara di dunia. Sementara itu, terdapat 4 negara lain yang sifatnya masih kemungkinan atau probable sudah dimasuki oleh varian tersebut.

Diketahui, negara yang melaporkan kasus varian Omicron tertinggi yakni adalah Afrika Selatan dengan 99 kasus dan diikuti oleh Botswana dengan 19 kasus. Budi kemudian berjanji pemerintah akan memperketat pengawasan seluruh pintu masuk Indonesia untuk mencegah penyebaran varian ini.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumbar: CNN Indonesia

Comments
Loading...