Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Banyak Difabel Kudus Lari ke Jepara karena Diabaikan Perusahaan

Difabel asal Kudus, Abdul Rizal Sugiharto mengikuti konvoi safety riding, Minggu (28/11/2021). (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Puluhan penyandang disabilitas di Kabupaten Kudus, memilih mengadu nasib bekerja di Kota Ukir Jepara. Mereka memilih tiap hari bolak-balik dari Kudus ke Jepara, karena sulit mendapat pekerjaan di kota kelahirannya.

Ada sekitar 40-an difabel di Kabupaten Kudus yang memilih bekerja di Kabupaten Jepara. Salah satu yang merasakannya yakni Abdul Rizal Sugiharto.

Penyandang disabilitas asal Desa Sidorekso, Kecamatan Kaliwungu, Kudus itu, mengaku beberapa kali diabaikan saat mengajukan lamaran pekerjaan di perusahaan Kudus.

Ia pun akhirnya memilih kerja di Jepara. Karena di kabupaten ini sejumlah perusahaan menerima mereka dengan tangan terbuka.

“Dulu sudah pernah nyoba daftar di tiga perusahaan di sini. Terapi tidak pernah ada panggilan,” katanya, Senin (29/11/2021).

Baca: Difabel Kudus Banyak yang Ditampung Kerja di Jepara

Saat ini dia bekerja di pabrik Jepara di bagian produksi. Menurutnya, bekerja di situ menggunakan perlakuan khusus. Perlakuan khusus yang dimaksud yaitu disesuaikan dengan kemampuan disabilitas.

“Yang kerjanya hanya bisa sambil duduk dipersilahkan sambil duduk. Yang masih mampu berdiri ya bekerja sambil berdiri,” ujarnya.

Sejauh ini sudah setahun pihaknya bekerja di pabrik Jepara itu. Dalam waktu dekat dia akan menandatangani perpanjangan kontrak setahun lagi.

Meski demikian, dia tetap berkeinginan untuk bekerja di Kudus. Sebab, dia dapat dekat dengan keluarga dan tidak perlu bolak-balik ke Kudus-Jepara.

“Tetap ada keinginan untuk bekerja di Kudus,” imbuhnya.

Baca: Fasilitas Publik di Kudus Dianggap Belum Ramah Difabel

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Disabilitas Kudus (FKDK) Kudus, Rismawan Yulianto membenarkan jika saat ini banyak rekannya yang harus bekerja di luar Kudus. Padahal potensi disabilitas asal Kudus tak kalah dengan orang pada umumnya.

“Memang banyak teman-teman disabilitas yang bekerja di luar Kudus. Karena saya melihat perusahaan di Kudus belum sepenuhnya menerapkan UU Nomor 8 Tahun 2016, yang salah satu poinnya harus mempekerjakan disabilitas sebanyak satu persen dari total karyawan,” katanya, Senin (29/11/2021).

Dia berharap Kudus yang notabene Kota Industri dapat merangkul disabilitas untuk bekerja. Sehingga rekan-rekannya tidak perlu bekerja ke luar kota.

“Keinginan kami perusahaan di Kudus lebih peduli dengan disabilitas. Kalau bisa kualifikasinya bagi teman disabilitas diturunkan sedikit. Misal dari yang awalnya harus tamatan SMA mungkin bisa diturunkan jadi tamatan SMP,” pungkasnya.

 

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...