Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ini Gejala Varian Omicron Covid19

Ini Gejala Varian Omicron Covid19
ilustrasi wabah virus corona (shutterstock)

MURIANEWS, Jakarta – Gejala varian Omicron Covid19 sejauh ini lebih ringan dan dapat dirawat di rumah. Meski begitu, varian ini disebut memiliki tingkat penularan yang cepat.

Ketua Asosiasi Medis Afrika Selatan, dr. Angelique Coetzee mengatakan dari tujuh pasien Covid19 di kliniknya memiliki gejala yang berbeda dari varian Delta.

Seorang pasien yang dirawatnya pada 18 November mengeluh sangat lelah selama dua hari dengan nyeri tubuh dan kepala. Gejala ringan itu disebutnya dapat dirawat di rumah.

“Gejala pada tahap itu sangat terkait dengan infeksi virus normal. Dan karena kami belum melihat Covid19 selama delapan hingga 10 minggu terakhir, kami memutuskan untuk melakukan tes,” katanya, dikutip dari Detikcom, Senin (29/11/2021).

Baca juga: Menkes Wanti-Wanti Omicron Varian Baru Covid19

Pada hari itu, lebih banyak pasien datang ke kliniknya dengan gejala yang sama. Ia pun menyadari ada sesuatu yang lain terjadi. Sejak itu, Angelique melihat dua hingga tiga pasien setiap harinya.

“Kami telah melihat banyak pasien Delta selama gelombang ketiga. Dan ini tidak sesuai dengan gambaran klinis,” katanya,

Ia kemudian memberitahu temuannya itu ke National Institute for Communicable Diseases (NICD) atau Institut Nasional Penyakit Menular.

Ia menyebut sebagian besar dari pasien mengalami gejala yang sangat ringan dan sejauh ini tidak ada yang menerima pasien untuk tindakan lebih lanjut di rumah sakit. “Kami dapat merawat pasien ini secara konservatif di rumah,” katanya.

Baca juga: Varian Covid-19 Mu vs Delta, Lebih Ganas Mana?

Coetzee, yang juga di Komite Penasihat Menteri untuk Vaksin, mengatakan tidak seperti varian Delta, pasien belum melaporkan kehilangan penciuman atau rasa dan tidak ada penurunan besar dalam kadar oksigen dengan varian baru.

Varian Omicron ini, lanjutnya, banyak dialami kelompok usia muda. Hampir semua pasien dengan gejala Omicron yang dirawatnya berusia 40 tahun atau lebih muda. Hampir setengah pasiennya itu juga belum divaksinasi.

“Keluhan klinis yang paling dominan adalah kelelahan yang parah selama satu atau dua hari. Kata mereka, sakit kepala dan tubuh pegal-pegal,” bebernya.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: Detikcom

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.