Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Menkes Wanti-Wanti Omicron Varian Baru Covid19

Menkes Wanti-Wanti Omicron Varian Baru Covid19
Menkes Budi Gunadi Sadikin (YouTube/Sekretariat Presiden)

MURIANEWS, Jakarta – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mewanti-wanti kemungkinan adanya varian baru Covid19, yakni Omicron. Penularan Omicron disebut lebih cepat dan melemahkan antibody yang ada.

Kendati begitu, Menkes meminta masyarakat tidak panik dalam situasi ini. Pemerintah masih terus mengidentifikasi kemungkinan adanya varian Omicron.

“Jadi kita juga tidak perlu terlalu panik, terburu-buru dalam mengambil kebijakan yang tidak basis data,” kata Budi Gunadi Sadikin dikutip MURIANEWS dari YouTube Sekretariat Presiden, Senin (29/11/2021).

“Sampai sekarang Indonesia belum teramati adanya varian Omicron ini,” lanjutnya.

Baca juga: Ganjar Duga Covid Varian Baru Tak Hanya di Kudus, Bupati-Wali Kota Diperintahkan Ambil Sampel Tes WGS

Budi Gunadi menjelaskan, total ada 13 negara yang teridentifikasi adanya varian ini. Sembilan di antaranya, sudah dipastikan ada varian Omicron.

Dari sembilan negara tersebut, paling banyak ditemukan di Afrika Selatan, Botswana, Inggris, Hongkong, Australia. Varian itu diduga yang menjadi penyebab lonjakan kasus di negara-negara tersebut.

“Karena varian baru inilah yang menyebabkan lonjakan. Jadi setiap ada Alfa Beta Delta, setiap ada varian baru selalu terjadi lonjakan jadi faktor utama lonjakan itu adalah penyebabnya,” katanya.

“Nah kenapa ini menjadi varian cepat karena dia mutasi yang sangat banyak dan mutasi mutasi yang berbahaya dari varian-varian sebelumnya ada di sini (Omicron),” katanya.

Baca juga: Antisipasi Varian Baru, Pemkot Pastikan Bandara Ahmad Yani Tak Layani Penerbangan Internasional

Adanya varian Omicron itu, pemerintah telah meningkatkan kewaspadaannya. Di mana, pintu-pintu masuk dari luar negeri akan ditingkatkan keamanannya.

“Siapa saja yang banyak penerbangannya datang di Indonesia. Belajar dan kita lakukan ini bukan hanya untuk Pelabuhan Udara, tapi juga perbatasan pelabuhan laut dan juga darat,” katanya.

“Karena pengalaman kita di Delta justru masuknya dari laut jadi kita jaga disana kita akan Pastikan semua kantor karantina Pelabuhan Udara laut dan darat bekerja dengan keras,” ujarnya.

Adapun negara-negara yang sudah terkonfirmasi Omicron dengan jumlah penerbangannya di Indonesia paling banyak adalah Hongkong, Italia, Inggris, dan Afrika Selatan.

“Untuk negara-negara yang kemungkinan ada (Omicron) paling besar dari Belanda, Jerman, Demark, dan Austria,” ujarnya.

Semua kedatangan Internasional nanti akan di tes PCR. Kalau positif akan dilakukan diagnose apakah itu varian baru atau tidak.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...