Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

METRO JAKARTA

Perwira Polisi Dikeroyok Anggota PP, Kapolres Jakpus Juga Sempat Naik Pitam

Kapolres Jakpus Kombes Hengki Haryadi murka perwira polisi dikeroyok massa Pemuda Pancasila. (Rakha Arlyanto/detikcom)

MURIANEWS, Jakarta – Seorang perwira menengah, AKBP Dermawan Karosekali yang menjadi korban pengeroyokan anggota ormas PP saat mengamankan demo di DPR ternyata juga membuat Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi naik pitam.

Hal itu terlihat saat Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi turun menemui massa. Kombes Hengki kemudian naik ke atas mobil komando.

Seorang orator kemudian mempersilakannya naik sambil berkata ‘Siap salah. Kami siap salah!’.

Mengutip Detik.com, Melalui pengeras suara, Hengki kemudian meminta perhatian massa Pemuda Pancasila. Hengki kemudian menjelaskan aksi unjuk rasa Pemuda Pancasila adalah hak dalam menyampaikan pendapat di muka umum.

Massa Pemuda Pancasila pun menyimak. Suasana terdengar hening ketika Hengki mulai bicara.

“Ingat rekan-rekan, hak Saudara dibatasi oleh kewajiban, kewajiban menaati peraturan yang berlaku. Tugas kami dari pihak kepolisian adalah menjaga dan melayani rekan-rekan sekalian. Sekali lagi menjaga, mengamankan, dan melayani rekan-rekan sekalian. Sekaligus sebenarnya saat ini adalah menjaga protokol kesehatan. Saya terpaksa buka masker supaya (terdengar) lebih jelas,” kata Hengki.

Nada bicara Hengki mulai meninggi saat ia menyampaikan bahwa seorang perwira polisi luka-luka karena dikeroyok oleh Pemuda Pancasila. Hengki terdengar begitu geram.

“Tapi kegiatan rekan-rekan sekalian sekarang dinodai oleh ulah reka-rekan sendiri. Perwira kami, AKBP, dikeroyok, luka-luka, apakah itu tujuan rekan-rekan datang kemari? Melawan kami yang mengamankan rekan-rekan sekalian. Melawan kami, mengeroyok kami, yang melayani rekan-rekan sekalian,” tutur Hengki.

Massa Pemuda Pancasila pun hening. Tak ada riuh-riuh massa saat Hengki mengultimatum penanggung jawab aksi untuk bertanggung jawab atas pengeroyokan itu.

“Saya minta pimpinan aksi ini bertanggung jawab. Luka-luka, perwira menengah dikeroyok, padahal beliau adalah mengamankan kegiatan ini,” ucap Hengki.

Dengan suara lebih tinggi, Hengki kemudian mempertanyakan tujuan massa Pemuda Pancasila datang demo DPR.

“Sekali lagi, saya minta koordinator kegiatan ini segera menyerahkan. Jangan aksi rekan-rekan dinodai dengan kegiatan yang justru melawan hukum. Kami yang melayani, mengamankan, justru dipukuli dan dikeroyok. Apakah ini tujuan kalian datang kemari? Apakah ini tujuan rekan-rekan datang kemari?” kata Hengki yang dijawab massa Pemuda Pancasila ‘Tidak!”.

Hengki kembali melanjutkan, “Pamen (perwira menengah) kami luka-luka, apakah kami tadi keras sama Anda atau menghalangi kegiatan saudara-saudara?”

Kemudian massa PP menjawab “Tidak!”. Saking heningnya, suara Hengki terdengar sangat jelas.

Hengki kembali meminta penanggung jawab aksi menyerahkan pelaku pengeroyokan polisi. Hengki mengancam akan melakukan upaya paksa jika pelaku tidak segera diserahkan ke polisi.

“Saya minta tadi saksi yang melihat (agar) menyerahkan, hukum harus ditegakkan. Saya sebagai penanggung jawab wilayah keamanan, di depan DPR ini, jujur saja, saya miris. Saya bersahabat dengan Ketua PP Jakarta Pusat, tapi anggota kami justru dianiaya oleh rekan-rekan sendiri. Saya minta diserahkan atau kami kejar. Sekian, terima kasih,” tutup Hengki.

Tidak lama setelah itu, massa Pemuda Pancasila pun membubarkan diri. Bubarnya massa Pemuda Pancasila ini juga meninggalkan sisa-sisa sampah di lokasi aksi.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Detik.com

Comments
Loading...