Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Siapakah Ralf Ragnick Hingga Dipilih Manchester United?

Manchester United
Rafl Ragnick, yang pernah menangani RB Leopzig, mencapai kesepakatan dengan MU. (TWITTER.COM/BARCAUNIVERSAL)

MURIANEWS, Manchester- Nama Ralf Ragnick tiba-tiba menjadi perhatian menyusul penunjukannya menjadi pelatih Manchester United. Lalu siapakah sebenarnya Ralf Ragnick ini?

Nama Ralf Ragnick barangkali tidak begitu seterkenal Jurgen Klopp atau Thomas Tuchel yang saat ini menjadi pelatih terkemuka di Liga Inggris dan Eropa. Namun, di Jerman, Ralf Ragnick justru dianggap sebagai ‘guru’ bagi Klopp dan Tuchel.

Di Liga Jerman, Ragnick bisa jadi lebih hebat dibandingkan dua pelatih Jerman lain yang kni menangani Liverpool dan Chelsea itu. Ragnick dikenal bertangan dingin saat menangani klub-klub Jerman.

Beberapa klub Jerman berubah menjadi kekuatan baru di Bundesliga atau bahkan Eropa, meski materi pemainnya biasa-biasa saja. Schalke 04 dan RB Leipzig adalah bukti paling sahih tentang kehebatan seorang Ralf Rangnick.

Saat ini, dengan usiannya yang sudah 63 tahun, Ragnick sebenarnya sudah mulai memilih peran yang lebih tersembunyi dalam dunia sepakbola. Dirinya tidak lagi menjadi pelatih. Di Lokomotiv Moscow, tempatnya bekerja saat ini, ia menjadi Direktur Olaraga.

Jabatannya di klub Rusia ini jelas sangat jauh dari hiruk pikuk sepak bola Eropa. Namun, ketenangannya nampaknya terusik, saat tawaran menantang datang dari klub Manchester United.

Nampaknya Ragnick tidak bisa menolak, ketika klub sebesar Manchester United menawarinya sebuah tantangan baru. Ragnick mengambil tantangan itu, dan berharap bisa memenuhi ekspetasi yang dibebankan pada dirinya.

Ragnick diharapkan bisa mengawali perubahan besar di MU, yang selama dua dekade terus mengalami kemunduran. Gaya bermain MU sejauh ini dinilai terlalu konsevatif, terkungkung dengan tradisi dan nilai lama di klub.

BACA JUGA: Ralf Ragnick Sudah Deal Dengan MU Untuk Jangka Pendek

MU diharapkan bisa berubah dengan gaya permainan yang lebih atratif, dengan style modern ‘gegen pressing’ yang saat ini diadopsi tim-tim kuat di Liga Inggris. Liverpool dan Chelsea adalah dua tim yang saat ini disebut-sebut mampu menampilkan gaya permainan ini. Secara kebetulan pelatih mereka sama-sama berasal dari Jerman.

Gaya permainan gegenpressing sendiri adalah gaya permainan sepakbola yang intens, dimana semua sisi-sisinya menekan tinggi. Gaya permainan ini juga menggunakan counterpressing yang digunakan untuk secepatnya memenangkan bola secepat mungkin, setelah kehilangan bola.

Di Jerman, gegenpressing begitu terkenal, sebelum akhirnya dibawa Jurgen Klopp dan Thomas Tuchel mewarnai Liga Inggris. Jauh sebelum itu, Ralf Rangnick-lah yang ternyata mengenalkan gaya permainan ini di Jerman.

Ragnick yang kala itu menangani klub antah berantah Hoffenheim, mengejutkan sepakbola Jerman di tahun 2008. Jurgen Klopp yang kala itu menangani Dortmund, bahkan tersentak dengan tampilan permainan yang disugguhkan Ragnick.

“Tim Hoffenheim saya kala itu berjumpa Dortmund-nya Klopp di tahun 2008. Kami mengalahkan mereka dengan skor 4-1.Jurgen berkata gaya main kami (Hoffenheim) seperti itu yang ingin diterapkannya di Dortmund. Dalam dua tahun, dia mengubah timnya dengan gaya permainan seperti itu,” ujar Ragnick, dilansir dari B/R Football.

Sedangkan Tuchel, yang kini besar bersama Chelsea, ternyata sebelumnya merupakan pemain asuhan Ragnick di klub Ulm. Sebelum memutuskan menjadi pelatih, Tuchel sudah meminta saran dan nasehat darinya.

“Thomas menjadi pelatih lewat perantara saya. Dia adalah pemain saya di Ulm (klub asal Jerman) dan dia mengakhiri karier karena masalah di lututnya. Dia bahkan sama sekali tak memiliki niat untuk menjadi pelatih kala itu. Dia bahkan sempat akan bekerja di sebuah bar di kota Stuttgart,” kata Ragnick memberikan kesan tentang Thomas Tuchel.

Sayangnya, saat MU bertemu Chelsea di Stamford Bridge pada akhir pekan ini, Ragnick belum bisa mendamping timnya. Namun setidaknya, Thomas Tuchel dan Jurgen Klopp yang saat ini mendominasi Liga Inggris, harus bersiap-siap untuk menyambut ‘mentor’ di Jerman.

Penulis: Budi erje
Editor: Budi erje
Sumber: B/R Football.

Comments
Loading...