Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Demo Buruh Jepara Tak Dapatkan Hasil Memuaskan

Buruh di Kabupaten Jepara menggelar demonstrasi terkait UMK 2022. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Seribuan buruh di Kabupaten Jepara menggelar aksi demonstrasi terkait Upah Minimum Kabupaten (UMK) Jepara 2022, Jumat (26/11/2021). Namun para buruh merasa tidak puas dengan hasil audiensi mereka bersama Bupati Jepara, Dian Kristiandi.

Pasalnya, para buruh tak mendapatkan hasil sesuai apa yang mereka inginkan.

Maksuri, koordinator aliansi, menyatakan ketidakpuasannya dengan jawaban bupati. Pihaknya meminta agar bupati membatalkan usulan kenaikan UMK yang hanya Rp 1.403.

“Kami menganggap usulan Dewan Pengupahan itu tidak ada. Kenaikan 0,06 persen itu tidak kami dengar sama sekali,” tegas Maksuri usai audiensi dengan bupati di Pendapa RA Kartini Jepara, Jumat (26/11/2021).

Maksuri tetap mengusulkam agar kenaikan UMK Jepara tahun 2022 minimal 10 persen dari UMK yang berjalan. Atau ia meminta kenaikan sekitar Rp 210 ribu.

Baca: Bupati Jepara Dihadiahi Pocong, Buruh Sindir Gak Bisa Beli Celana Dalam

Dalam audiensi itu, bupati berjanji akan mengkaji usulan-usulan dari para buruh. Maksuri dan seluruh buruh yang turun aksi itu dijanjikan untuk bertemu kembali pada Senin dua hari mendatang.

“Kami akan datang kembali Senin nanti. Untuk menagih janji Pak Bupati,” kata Maksuri.

Baca: Seribu Lebih Buruh Jepara Bergerak ke Kantor Bupati

Sementara itu, Dian Kristiandi, mengatakan pihaknya akan membahas usulan-usulan para buruh dalam dua hari ke depan. Kemudian, hasil pembahasan tersebut akan disampaikan kepada buruh sebelum mereka mendatangi gubernur Jawa Tengah.

“Besok hari Senin kita ketemu lagi di sini. Akan saya sampaikan keputusan saya, sebelum mereka pergi ke gubernur,” jelas Andi.

Andi menyampaikan akan berusaha untuk tetap berpihak kepada buruh. Kendati begitu, pihaknya tetap akan berpegangan pada regulasi yang sudah ada.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...