Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

INFO YOGYAKARTA

Pemuda Bucin Bantul Ditahan, Ini Pengakuannya

Pemuda Bucin Bantul Ditahan, Ini Pengakuannya
DRS, pemuda Bantul yang dipolisikan ibunya. (DETIKCOM/Pradito Rida Pertana)

MURIANEWS, Bantul – Polisi telah menahan pemuda Bantul, DRS (24) yang jual perabotan dan genting rumah ibunya. Saat dihadirkan polisi dalam konfrensi pers di Mapolres Bantul, ia mengakui dan menyesali perbuatannya.

DRS mengaku mempreteli perabotan dan genting rumah ibunya kemudian dijual. Nah, hasil penjualannya itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menuruti keinginan pacarnya. Sebab, penghasilannya sebagai driver ojol pas-pasan.

“Jadi saya Gojek. Karena itu, penghasilan tak menentu, kadang orderan ramai kadang nggak, kadang dapat orderan fiktif juga,” kata DRS saat hadirkan polisi saat konfrensi pres di Mapolres Bantul, dikutip dari Detikcom, Jumat (26/11/2021).

“Untuk penghasilan sehari saya dapat hanya Rp 50 sampai Rp 100 ribu. Tapi itu hanya bisa buat isi top up driver lagi,” tambahnya.

Kelakuan yang bikin kesal ibunya itu dilakukan sejak 14 Oktober lalu. Aksinya berhenti setelah ia ketahuan saat hendak menjual genting rumahnya awal November lalu.

“Kalau itu (uang hasil jual perabotan rumah) saya buat makan sehari-hari, sama buat cewek saya. Saya cewek ada satu, rumahnya di Ngawi, Jawa Timur,” ujarnya.

Baca Juga: Bucin, Pemuda di Bantul Dipolisikan Ibunya

Pelaku mengaku kenal pacarnya itu sejak sebulan lalu. Tepatnya saat kekasihnya itu order ojol di sekitar Giwangan, Umbulharjo beberapa waktu lalu.

“Kenalnya di pintu masuk SLB Giwangan, dia order ojol. Jadi baru menjalin hubungan satu bulan,” katanya.

DRS mengaku selama sebulan berpacaran, dia memenuhi kebutuhan pacarnya. DRS yang lagi dimabuk asmara ini pun rela menjadi budak cinta atau bucin demi kekasihnya.

“Sistemnya memberi ya langsung kasih, kadang berupa makanan, kadang tas dan kadang baju. Saya lakukan ya karena cinta,” ujarnya.

DRS pun mengaku belum memberi kabar kepada kekasihnya soal proses hukum yang menjeratnya. Dia pun hanya mengirimkan pesan meminta kekasihnya asal Ngawi untuk selalu menjaga kesehatan.

“Belum tahu (cewek saya kalau saya ketangkap). Yang jelas untuk cewek saya intinya jaga kesehatan saja, kalau di rumah saya tidak ada. Jaga kesehatan dan jangan lupa makan,” katanya.

DRS menyadari tidak akan berhenti menjual perabotan rumah jika tidak berurusan dengan polisi. Namun, dia kini hanya bisa menyesali perbuatannya.

“Kalau genting belum saya jual, tidak jadi itu. Mungkin kalau tidak ditangkap ya paling gawang (pintu) saya jual, karena sudah habis (perabotan rumah),” katanya.

“Tapi setelah merenung di sel saya menyesal lahir batin. Sudah minta maaf ke ibu saya. Yang jelas karena sudah begini ya berani berbuat harus berani bertanggung jawab,” imbuh DRS.

Kanit Reskrim Polsek Pundong, Ipda Heru Pracoyo mengatakan Paliyem, warga Kapanewon Pundong melaporkan anaknya karena menjual perabotan rumah.

Hasil penjualan itu ditaksir mencapai Rp 24 juta. Uang hasil penjualan perabot itu digunakan DRS foya-foya dengan teman perempuannya.

Perabotan dan genting rumahnya itu dijual saat Paliyem pergi bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Sementara pelaku, tinggal sendirian di rumah.

“Karena itu ibunya berniat mengangsur kredit dengan bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan anaknya ditinggal di rumah sendiri,” ucap Heru dikutip dari Detikcom, Jumat (26/11/2021).

Paliyem yang sudah sekitar dua bulan tidak pulang ke rumah pun kaget ketika diberitahu tetangganya jika perabotan rumah dan gentingnya dipreteli anaknya sendiri. Peristiwa itu dilaporkan sang ibu dengan harapan anaknya kapok dan menyadari perbuatannya.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: Detikcom

Comments
Loading...