Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

INFO YOGYAKARTA

Bucin, Pemuda di Bantul Dipolisikan Ibunya

Bucin, Pemuda di Bantul Dipolisikan Ibunya
DRS, pemuda Bantul yang dipolisikan ibunya. (DETIKCOM/Pradito Rida Pertana)

MURIANEWS, Bantul – Gara-gara jadi budak cinta (bucin), seorang pemuda di Bantul, DRS (24) dipolisikan ibunya. Pemuda yang berprofesi driver ojek online (ojol) itu pun ditahan.

Bukan persoalan cinta yang membikin ibunya, Paliyem tega melaporkan anaknya ke polisi. Namun, gara bucin itu, anaknya menjual perabotan dan mempreteli genting rumahnya.

Kanit Reskrim Polsek Pundong, Ipda Heru Pracoyo mengatakan Paliyem, warga Kapanewon Pundong melaporkan anaknya karena menjual perabotan rumah.

Hasil penjualan itu ditaksir mencapai Rp 24 juta. Uang hasil penjualan perabot itu digunakan DRS foya-foya dengan teman perempuannya.

Baca juga: Dari Bungkus Sate, Polisi Akhirnya Temukan Pemberi Takjil Beracun di Bantul

Perabotan dan genting rumahnya itu dijual saat Paliyem pergi bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Sementara pelaku, tinggal sendirian di rumah.

“Karena itu ibunya berniat mengangsur kredit dengan bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan anaknya ditinggal di rumah sendiri,” ucap Heru dikutip dari Detikcom, Jumat (26/11/2021).

Paliyem yang sudah sekitar dua bulan tidak pulang ke rumah pun kaget ketika diberitahu tetangganya jika perabotan rumah dan gentingnya dipreteli anaknya sendiri. Peristiwa itu dilaporkan sang ibu dengan harapan anaknya kapok dan menyadari perbuatannya.

Dalam konfrensi pers di Mapolres Bantul, pelaku mengakui perbuatannya. Ia mempreteli perabotan dan genting rumah itu kemudian dijual.

Nah, hasil penjualannya itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menuruti keinginan pacarnya. Sebab, penghasilannya sebagai driver ojol pas-pasan.

“Jadi saya Gojek. Karena itu, penghasilan tak menentu, kadang orderan ramai kadang nggak, kadang dapat orderan fiktif juga,” kata DRS.

“Untuk penghasilan sehari saya dapat hanya Rp 50 sampai Rp 100 ribu. Tapi itu hanya bisa buat isi top up driver lagi,” tambahnya.

Kelakuan yang bikin kesal ibunya itu dilakukan sejak 14 Oktober lalu. Aksinya berhenti setelah ia ketahuan saat hendak menjual genting rumahnya awal November lalu.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: Detikcom

Comments
Loading...