Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

INFO SUMUT

Tahanan Meninggal di Sel Polrestabes Medan Diduga Dianiaya

Tahanan Meninggal di Sel Polrestabes Medan Diduga Dianiaya
Ilustrasi (Detik.com: Thinkstock)

MURIANEWS, Medan – Seorang tahanan meninggal di sel Satreskrim Polrestabes Medan. Diketahui korban bernama Hendra Syahputra. Ia diduga jadi korban penganiayaan sesama tahanan.

Kabar itu diungkapkan adik kandung korban, Hermansyah. Ia mengatakan kondisi jenazah kakaknya itu penuh luka di sekujur tubuhnya. Jenazah korban sendiri sudah diautopsi di RS Bhayangkara Medan.

“Abang kami penuh luka di sekujur tubuhnya. Beginilah hukum di Indonesia, kami antar abang kami dalam keadaan sehat namun dipulangkan sudah tidak bernyawa,” ujar Hermansyah, melansir dari CNN Indonesia, Jumat (26/11/2021)

Ia menduga, penganiayaan dan berujung hilangnya nyawa yang dialami kakaknya itu diduga berkaitan pemalakan sebesar Rp 5.000.000. Kakaknya meninggal dianiaya karena tak menyetorkan uang yang disebut sebagai uang keamanan dan kebersamaan.

Baca juga: Satu Tahanan Kasus Judi di Kudus Positif Corona

Menurut Hermansyah, sebelum meninggal abangnya sempat meminta sejumlah uang kepada keluarga untuk membayar uang keamanan dan kebersamaan selama berada di dalam sel. Uang itu akan diberikan kepada kepala kamar tahanan.

“Kata Abang kami untuk uang keamanan dan kebersamaan. Uang itu diminta oleh seorang kepala kamar tahanan. Beberapa kali sempat kami kasih dan ada bukti transfer,” paparnya.

Belakangan, Hendra meminta agar dikirim uang sebesar Rp5.000.000. Namun keluarga menolak lantaran sudah kehabisan uang.

Pihak keluarga korban pun meminta kepolisian mengusut tuntas peristiwa pilu itu.

“Terakhir diminta lima juta, namun tak kami berikan. Saat itu kami video call dengan Abang saya yang telah direkam. Dia mengatakan ada orang mengancam akan memulangkan abang saya dalam keadaan terbungkus (dikafani). Karena itu kami minta kasus ini dituntaskan,” paparnya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Muhammad Firdaus mengatakan Hendra meninggal dunia karena sakit.

Tahanan tersebut sempat dirawat tapi pada Selasa, (23/11/2021), pukul 03.30 WIB. Ia mengatakan, korban mengalami demam dan semakin tinggi disertai kejang-kejang.

“Lalu dibawa ke ruang ICU dalam keadaan tidak sadarkan diri dan pada pukul 22.00 WIB, tahanan dinyatakan meninggal dunia. Tahanan ini sudah dimakamkan di perkuburan muslim Asam Kumbang pada Rabu sore (24/11/2021),” urainya.

Namun begitu, tambah Firdaus, polisi tengah memeriksa enam orang tahanan termasuk di antaranya seorang kepala kamar yang diduga meminta sejumlah uang pada kelurga korban.

“Jadi ada enam orang tahanan yang kita periksa hingga saat ini. Kasusnya masih didalami,” bebernya.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: CNN Indonesia

Comments
Loading...