Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Mengenal Pager Mangkok Warisan Sunan Muria

Festival Pager Mangkok di Kampung Budaya Piji Wetan (KBPW) Kudus. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Komunitas Kampung Budaya Piji Wetan (KBPW) Kudus, Desa Lau, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus menggelar Festival Pager Mangkok, Kamis (25/11/2021) hingga Minggu (28/11/2021). Ternyata ada makna di balik istilah Pager Mangkok itu.

Tradisi Pager Mangkok diyakini merupakan warisan dari Sunan Muria. Hal ini disampaikan oleh Koordintor Kampung Budaya Piji Wetan Muchammad Zaini.

“Pager Mangkok itu merupakan ajaran dari Sunan Muria untuk bersedekah. Bersedekah dalam arti ingat tetangga, ingat sanak famili ketika kita punya rezeki,” katanya, Jumat (26/11/2021).

Menurutnya, dahulu ajaran Pager Mangkok Sunan Muria itu digelar untuk menjalin kerukunan antarsesama manusia.

Sehingga kemudian muncul istilah pager mangkok lebih kuat dari pagar tembok. “Karena Pager Mangkok bisa berbagi dengan sesama,” ujarnya.

Baca: Festival Pager Mangkok di Kudus Dibuka Kirab Hasil Bumi

Hal senada disampaikan oleh Sejarawan Kudus, Sancaka Dwi Supani. Dia membenarkan bahwa Pager Mangkok merupakan warisan dari Sunan Muria.

“Ajaran Sunan Muria itu pager mangkok luwih becik timbang pager tembok. Ibarate yen kuwe masak elingo karo tonggomu (Ajaran Sunan Muria itu Pager Mangkok lebih baik daripada pager tembok. Ibaratnya saat kamu sedang memasak ingatlah dengan tetanggamu),” katanya, Jumat (26/11/2021).

Baca: Minibus Elf Bisa Naik Sampai Depan Makam Sunan Muria, Sopir Banjir Pujian Netizen

Dia melanjutkan, ketika di pagar tembok, tetangga tidak dapat merasakan masakan. Namun, ketika di pager mangkok, tetangga bisa ikut merasakan kebahagiaan dari tetangga.

“Ini merupakan istilah untuk sedekah dan berbagi. Jadi ketika memasak, tetangga jangan hanya diberi bau masakannya saja,” sambungnya.

Menurutnya, tradisi Pager Mangkok perlu dilestarikan. Sehingga sesama manusia bisa terus bertoleransi dan saling bersedekah.

“Pager Mangkok ini kan ajaran Sunan Muria. Ini merupakan budaya yang luhur dan harus dilestarikan,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...