Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Libur Nataru Jangan Sampai Bikin Lonjakan Kasus Covid-19 Baru

kabupaten Jepara
Perayaan Nataru tetap dinilai berpotensi bisa menimbulkan lonjakan kasus covid-19 di Jepara. (jepara.go.id)

MURIANEWS, Jepara- Meski tren kasus Covid-19 di Jepara telah menurun, namun potensi terjadi lonjakan masih dimungkinkan terjadi. Momentum perayaan Natal dan tahun baru (Nataru) tetap diwaspadai bisa menimbulkan lonjakan kasus covid-19 baru.

Pemerintah Kabupaten Jepara, jauh-jauh hari sudah mulai melakukan langkah antisipasi, terkait momentum perayaan Nataru akhir tahun ini. Upaya-upaya awal mengantisipasi kemungkinan terjadinya kenaikan kasus covid-19 pada moment Nataru, jadi salah satu perhatian dari Pemkab Jepara.

Dalam acara dialog dialog sosialisasi pencegahan penyebaran Covid-19 yang digelar di Radio Kartini Jepara baru-baru ini, potensi ini dibahas secara mandalam. Bupati Jepara dan sejumlah tokoh di Kabupaten Jepara membicarakannya secara interaktif bersama masyarakat.

Bupati Jepara, Dian Kristiandi menyampaikan, penurunan jumlah kasus berikut pelonggaran aktivitas perlu dilakukan secara ekstra hati-hati. Merujuk tahun sebelumnya, pergerakan massa yang timbul pada momentum Nataru, terindikasi meningkatkan jumlah kasus Covid-19.

Karena itu, meskipun pelonggaran di sejumlah kegiatan masyarakat sudah dilakukan, pada sisi lain, pihaknya pun tengah bersiap melakukan pengendalian mobilitas masyarakat. Penerapan dan pengetatan protokol kesehatan (prokes) menurutnya masih tetap diperlukan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

“Kegiatan pulang kampung ini yang kemudian kita memang perlu antisipasi, karena warga Jepara juga banyak yang ada di luar daerah,” ujarnya, seperti dilansir dari situs resmi Pemkab Jepara, jepara.go.id., Kamis (25/11/2021).

Sampai saat ini, menurut Dian Kristiandi, Pemerintah Pusat belum mengeluarkan ketentuan pasti terkait Libur Nataru. Masyarakat harus bagaimana, dan pemkab harus menerapkan kebijakan seperti apa, semua belum disampaikan.

BACA JUGA: Vaksinasi Covid-19 Jepara Belum Akan Tuntas Hingga Akhir Tahun

Namun, dalam hal ini Pemerintah Pusat sudah memberikan kisi-kisi terkait kemungkinan yang akan terjadi. Pada Nataru tahun ini, kemungkinan akan ada arus perjalanan mudik dalam jumlah yang tak sedikit. Kepulangan masyarakat ke kampung halaman masing-masing, dipastikan menimbulkan mobilitas di masyarakat.

“Kita akan kembali mengutamakan kesiapsiagaan di seluruh elemen masyarakat, khusunya mengefektifkan satgas-satgas yang ada di wilayah-wilayah. Hal ini penting untuk tetap dilakukan,” tambah Dian Kritiandi.

Sembari menunggu aturan detail dari Pemerintah Pusat, pihaknya mengajak seluruh komponen pemerintah dan masyarakat agar tidak lupa bahwa Covid-19 masih jadi pandemi. Situasi pandemic yang belum berakhir, memerlukan kepedulian bersama untuk saling mengedukasi. Selain taat prokes, vaksinasi merupakan senjata terkuat untuk perlindungan diri.

Hal senada juga disampaikan Kajari Jepara, Ayu Agung dalam kesempatan yang sama. Pihaknya meminta agar warga masyarakat Jepara tak lengah dan terlena dengan perbaikan kondisi penanganan pandemi covid-19 di Jepara.

Ayu Agung, menganalogikan bahwa menghadapi Covid-19 ibarat sedang berperang. Dengan konsep sistem pertahanan keamanan rakyat semesta yang dianut Indonesia, maka semua lapisan masyarakat punya kewajiban sama.

Masyarakat secara bersama-sama harus mampu mengahadapi segala tantangan, hambatan, dan ancaman. Pimpinan daerah, pimpinan masyarakat dan pimpinan agama harus bisa memahami situasi ini dan menyamakan presepsi untuk bergerak bersama-sama.

“Pandemi covid-19 ini belum usai, jadi kita jangan terlena. Karena kalau terlena itu, apa pun juga ya kita jadinya kalah,” tuturnya.

Kajari Ayu Agung juga mengatakan bahwa pemerintah sudah bekerja maksimal dalam penanganan pandemi ini. Namun, upaya apa pun tidak akan berhasil jika masyarakat masih menganggap enteng masalah ini.

Masyarkat juga dimintanya untuk proaktif dalam program vaksinasi covid-19. Masyarakat diminta agar tidak takut untuk menjalani vaksinasi. Pemerintah tidak mungkin membuat suatu kebijakan yang akan menjerumuskan wargannya.

Sedangkan Ketua FKUB (Forum Kesatuan Umat Beragama) Jepara, yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jepara, KH Mashudi mengingatkan agar warga terus menjaga dan meningkatkan toleransi antara-umat beragama.

Terkait Nataru yang masih dalam suasna pandemic covid-19, sikap saling menghormati dan menjaga kerukunan antar-masyarakat sangat diperlukan. Sikap-sikap ini harus lebih dikedepankan di tengah pandemic covid-19 yang masih terjadi.

“Mari Jepara yang sudah baik, terus kita jaga kerukunan dan toleransinya. Masyarakat juga tidak perlu kuatir mengenai keamanan dan kehalalan vaksin covid-19. Karena vaksin yang digunakan di Indonesia sudah lulus ujiklinis,” ujar KH Mashudi.

Mashudi menegaskan, semua jenis vaksin covid-19 yang digunakan di Indonesia sudah disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan. Selain itu juga sudah mendapatkan fatwa suci dan halal dari MUI.

Penulis: S Budi Santoso
Editor: S Budi Santoso
Sumber: jepara.go.id

Comments
Loading...