Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pabrik PT Dua Kelinci Terbakar, Bagaimana Nasib Karyawan?

Karyawan PT Dua Kelinci nampak bekerja, meski pabrik sempat terbakar hebat. (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Pati – Pabrik PT Dua Kelinci di Kabupaten Pati terbakar hebat, pada Selasa (23/11/2021). Proses pemadaman membutuhkan waktu yang cukup lama, terutama di bagian pengovenan.

Lalu bagaimana nasib para karyawannya?

Manajemen PT Dua Kelinci memastikan jika para karyawan tetap bekerja dan tak ada yang diliburkan atas kejadian kebakaran ini.

Senior HRD Manajer PT Dua Kelinci Tofan Rudianto mengatakan, karyawan 100 persen tetap masuk. Sebagian dari mereka ada yang ditugaskan untuk bersih-bersih dan ada juga yang dialihkan untuk membantu di bagian produksi lain.

“Tidak ada yang kami liburkan. Semuanya tetap masuk seperti biasa, apalagi yang terbakar ini kan cuma bagian pengemasan produk kacang dan ruang gudang pengovenan,” katanya saat dikonfirmasi, Kamis (25/11/2021).

Baca: Kebakaran PT Dua Kelinci Diselidiki, Polisi Tunggu Hasil Labfor

Dia menambahkan, untuk bagian pengemasan ini memang pihaknya tidak hanya mempunyai satu ruang saja. Sebab, masing-masing produk mempunyai mesin pengemasan sendiri.

“Yang terbakar ini kan mesin pengemasan kacang. Agar produksi tetap jalan dan bisa mencukupi kebutuhan pasar, kami merekayasa untuk meminjamkan mesin pengemasan kacang atom, sehingga semuanya bisa tetap jalan,” ujarnya.

Baca: Tak Bisa Ditembus, Api Masih Menyala di Ruang Oven PT Dua Kelinci

Menurutnya, lokasi yang terbakar itu diperkirakan hanya 5 persen dari seluruh gudang yang ada. Sehingga diakui hal itu tidak begitu berdampak terhadap pada proses produksi.

Diketahui, pada Selasa (23/11/2021) pukul 11.15 WIB telah terjadi kebakaran di PT Dua Kelinci. Diduga, api berasal dari atas ruang pengovenan. Api yang membesar kemudian merembet hingga ke gudang pengemasan dan kantor.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...