Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

IM2 Resmi Berhenti

Operasional IM2 Resmi Berhenti
Ilustrasi IM2. (Antara)

MURIANEWS, Jakarta – Pemerintah resmi menghentikan operasional bisnis PT Indosat M2 (IM2). Itu diungkapkan Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kamis, (25/11/2021).

Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Dedy Permadi mengatakan dalam proses penghentian operasional bisnis IM2, pihaknya tetap memerhatikan ketentuan perlindungan konsumen.

Penghentian bisnis itu sendiri menindaklanjuti keputusan Mahkamah Agung No. 787 K/PID.SUS/2014 tertanggal 10 Juli 2014 (Putusan MA 787/2014) oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan (Kejari Jaksel) terhadap PT IndosatM2 (IM2).

“tetap memerhatikan ketentuan perlindungan konsumen sesuai peraturan perundangan yang berlaku,” katanya dikutip MURIANEWS dalam rilis resmi Kemenkominfo, Kamis (25/11/2021).

Baca juga: Indosat Ooredoo Tawarkan Paket Telepon, SMS dan Paket Freedom Combo

Dedy Permadi menyebutkan, pada 20 November 2021 lalu, pihaknya telah bertemu dengan pengelola IM2. Ada beberapa hal yang diungkapkan dalam pertemuan tersebut.

Menurutnya, kondisi IM2 secara teknis, sumber daya manusia, dan keuangan sudah tidak dapat beroperasi dan IM2 akan berhenti beroperasi secara total pada akhir bulan November 2021. Informasi serupa telah dilaporkan kepada pemegang saham IM2.

Melansir dari Bisnis.com, penutupan layanan IM2 GIG karena permasalahan denda telah diperkirakan oleh PT Indosat Tbk.

Indosat juga memperkirakan dan menyatakan penghentian dan penghentian operasional layanan internet tetap GIG tidak mengganggu pelayanan pada pelanggannya.

Pada 18 November 2021, Corporate Secretary Indosat Billy Nikolas Simanjuntak mengatakan IM2 telah menandatangani berita acara serah terima aset dihadapan Kejagung pada 5 Agustus 2021.

Kemudian pada tanggal 16 November 2021, Kejagung telah memulai proses eksekusi dengan memasang tanda sita pada aset substantif IM2 berupa tanah, bangunan dan mobil IM2, terkait pelaksanaan Putusan Mahkamah Agung 2014.

Hal itu dilakukan karena kondisi keuangan IM2 Indosat yang tidak cukup baik. IM2 ditempatkan pada posisi harus diambil alih, seperti yang terjadi saat ini, di mana layanan GIG milik IM2 terpaksa berhenti beroperasi.

Meski demikian, ujar Billy, kegiatan tersebut tidak berdampak pada kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Indosat.

“Hingga dikeluarkannya pemberitahuan ini tidak ada dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, kelangsungan usaha Perseroan,” ujar Billy dalam keterbukaan informasi.

Billy menambahkan Indosat akan mengungkapkan perkembangan material lebih lanjut pada waktu yang tepat.

 

Reporter: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: Bisnis.com

Comments
Loading...