Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Kudus Ingin Tambah Mesin Rokok di KIHT, Butuh Dana Segini

Mesin pembuat rokok di KIHT Kudus. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Dinas Ketenagakerjaan Perindustrian Koperasi dan UKM (Disnaker Perinkop UKM) Kudus mengusulkan pembelian empat unit mesin pembuat rokok beserta pengemasannya senilai Rp 33 miliar. Usulan tersebut, diusulkan lewat di APBD 2022 mendatang.

Alat tersebut, kemudian akan ditempatkan di Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) guna menambah fasilitas kawasan industri tersebut. Mengingat saat ini, mesin pembuat rokok di sana belum bisa maksimal.

“Kami mengusulkan sebesar Rp 33 miliar untuk empat mesin. Namun bisa saja ada perubahan. Sepertinya yang baru bisa terlaksana ada tiga unit saja,” kata Kepala Disnaker Perinkop UKM Kudus Rini Kartika Hadi Ahmawati, Kamis (25/11/2021).

Anggaran tersebut menurut dia, sebenarnya tidak membebani anggaran daerah. Mengingat akan diambilkan dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) pada APBD 2022 mendatang.

“Secara regulasi itu diperbolehkan dengan alasan untuk membantu pengusaha rokok kecil yang berada di KIHT,” ujar Rini.

Baca: BLT Buruh Rokok Kudus Dimungkinkan Cair Desember

Di KIHT sendiri, lanjut Rini, sebenarnya sudah ada satu unit mesin. Namun tidak bisa maksimal, sehingga pendapatan sewanya berkurang.

Dengan adanya empat mesin baru tersebut pun diharapkan bisa menambah pendapatan sewanya.

Mengingat pada tahun 2022, target pendapatan asli daerah (PAD) di KIHT dinaikkan sebesar Rp 160 juta, dari target PAD tahun ini yakni sebesar Rp 59,9 juta.

“Untuk nilai tarif sewanya masih dalam kajian karena pembelian mesinnya juga baru diusulkan melalui APBD 2022. Dimungkinkan, regulasinya paling cepat pada APBD Perubahan 2022,” pungkas Rini.

Baca: Biaya Sewa Gudang KIHT Kudus Bakal Naik 100 Persen

Sutrisno, Pemilik Pabrik Rokok Rajan Nabadi Kudus menyambut baik usulan itu. Pihaknya sendiri telah mengusur izin pembuatan rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM), namun mesin yang ada kini justru tidak bisa dioperasikan.

“Kami sudah pesan pita cukai juga, jadi harapannya ini bisa segera beroperasi dengan baik,” tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...