Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Kudus Dianggap Layak Menyandang Status Bebas Frambusia

Tim penilai dari Kemenkes melakukan penilaian terkait penyakit frambusia di Puskesmas Ngemplak, Kudus. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menganggap Kabupaten Kudus layak menerima sertifikat bebas frambusia. Ini setelah Kemenkes melakukan penilaian di Kota Kretek.

Untuk melakukan penilaian ini, tim penilai dari Kemenkes terjun langsung ke kantor Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus dan Puskesmas Ngemplak.

Sub Koordinator Frambusia Kemenkes Ridwan Mawardi mengatakan, Kabupaten Kudus dinilai layak mendapatkan sertifikat bebas frambusia atas dasar rekomendasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah.

“Bebas frambusia ini dalam arti penyakit ini sudah eradikasi. Jadi benar-benar tidak ada satu pun kasus yang ditemukan di sini,” katanya di sela-sela melakukan penilaian di Puskesmas Ngemplak, Kudus, Rabu (24/11/2021).

Ridwan melanjutkan, penilaian ini mengacu pada surveilans frambusia yang berkinerja baik. Penilaian dilakukan berdasarkan laporan secara online maupun manual.

Melalui pelaporan online ini jika ada kasus frambusia di suatu daerah maka bisa dilaporkan secara langsung ke Kemenkes.

“Pelaporan manual dilakukan melalui laporan setiap Puskesmas yang disampaikan ke DKK Kudus. Kemudian laporan itu disampaikan ke Dinkes Provinsi Jawa Tengah. Setelah itu disampaikan ke Kemenkes,” sambungnya.

Baca: Mengenal Baju Pengantin Khas Kudus yang Kini Terancam Punah

Dia menambahkan, pelaporan ini sudah dilakukan selama kurun waktu tiga tahun terakhir. Ridwan mengatakan, berdasarkan laporan dari Kepala DKK Kudus, Puskesmas di Kudus sudah tidak ditemukan lagi kasus frambusia.

“Hasil penilaian ini sangat baik. Kami sudah menilai dokumen dari tiap-tiap Puskesmas, hasilnya nihil (frambusia, red). Kami juga mewawancarai kader-kader dan petugas Puskesmas. Hasilnya juga sangat baik,” ungkapnya.

Lebih lanjut, pengecekan secara langsung ini dilakukan supaya tidak ada kasus. Sejauh ini menurutnya sudah bagus.

“Kami menanyakan kepada kader dan petugas Puskesmas. Rata-rata mereka sudah mengetahui ciri-ciri frambusia, cara pengobatannya dan kasusnya seperti apa sudah diketahui,” imbuhnya.

 

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...