Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Biaya Sewa Gudang KIHT Kudus Bakal Naik 100 Persen

Pekerja salah satu pabrik rokok tengah melinting rokok di KIHT Kudus. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus berencana menaikkan biaya sewa gudang Kawasan Industri  Hasil Tembakau (KIHT) di Desa Megawon, Kecamatan Jati, Kudus sebesar 100 persen. Kebijakan tersebut akan berlaku pada tahun 2022 mendatang.

Pada tahun 2021 ini, sewa gudang per tahunnya dipatok sebesar Rp 7,5 juta. Sementara pada tahun 2022 dinaikan menjadi Rp 15 juta.

“Kami akan sosialisaikan kepada penyewa dahulu, sehingga bisa berjalan dengan baik,” kata Kepala Dinas Ketenagakerjaan Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kabupaten Kudus Rini Kartika Hadi Ahmawati, Rabu (24/11/2021).

Rini mengatakan, selain menaikan sewa gudang pabrik rokok, pihaknya juga akan turut menaikkan tarif sewa gedung pertemuan hingga tarif uji tar dan nikotin di lboratorium KIHT.

Untuk gedung pertemuan, sewanya dinaikkan menjadi Rp 500 ribu, dari harga semulanya Rp 300 ribu. Sementara untuk tariff uji lab dinaikkan menjadi Rp 1,1 juta per sekali uji, dari harga sebelumnya yakni Rp 950 ribu.

Baca: Berbondong-bondong Belajar Pengelolaan KIHT di Kudus

Terkait alasan kenaikan harga tersebut, Rini menyebut jika target pendapatan asli daerah (PAD) pada KIHT juga dinaikkan pada tahun 2022. Yakni dari Rp 59,9 juta menjadi Rp 160 juta. “Sehingga mau tidak mau ya dinaikkan, “ ujarnya.

Untuk saat ini, imbuh Rini, ada sebelas perusahaan rokok yang menempati sebelas gudang yang ada di KIHT. Semuanya, juga masih aktif beroperasi.

“Namun memang ada yang kontraknya akan segera habis,” kata dia.

KIHT belum bisa dilebarkan lagi atau ditambah lagi jumlah gudangnya. Hal tersebut dikarenakan Pemkab Kudus belum menganggarkan pembelian tanah untuk perluasan KIHT tersebut.

“Di tahun 2022 ini belum bisa dianggarkan pembelian tanah, sehingga hanya akan ada perawatan-perawatan,” pungkasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...