Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ini Syarat Perjalanan dan Wisata saat Nataru

Ini Syarat Perjalanan dan Wisata saat Libur Nataru
Spot foto di Pijar Park yang cocok untuk swafoto bersama keluarga. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Jakarta – Pemerintah mengeluarkan syarat perjalanan dan wisata saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Syarat-syarat itu diatur di dalam Inmendagri No 62 tahun 2021.

Regulasi itu berlaku mulai 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. Seperti diketahui, pemerintah menerapkan PPKM Level 3 di seluruh wilayah Indonesia pada libur Nataru.

Penerbitan aturan itu dilakukan sebagai upaya pencegahan terjadinya lonjakan Covid19 yang beriringan dengan libur Nataru. Mobilitas masyarakat di berbagai sektor pun diatur agar tidak terjadi lonjakan kasus, terutama pada sektor perjalanan dan wisata.

Dalam Inmendagri No 62 tahun 2021, gubernur, bupati, dan walikota diminta untuk mengoptimalkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi untuk mengawasi dua sektor tersebut.

Baca juga: Larang Perayaan Tahun Baru, Semua Alun-Alun Ditutup

Bagi masyarakat yang hendak melakukan perjalanan karena sesuatu hal penting pun harus memenuhi beberapa persyaratan. Selain penggunaan aplikasi PeduliLindungi, pelaku perjalanan diminta melakukan tes PCR atau Rapid Test.

“Melakukan tes PCR atau Rapid Test dengan menyesuaikan pengaturan moda transportasi yang digunakan pada saat pergi keluar daerah dan masuk/pulang dari luar daerah, hal ini untuk memastikan pelaku perjalanan negatif COVID-19,” bunyi intruksi tersebut seperti dilihat MURIANEWS, Rabu (24/11/2021).

Jika hasil tes PCR teridentifikasi positif Covid19, maka pelaku perjalanan wajib melaksanakan karantina mandiri atau karantina yang telah disiapkan pemerintah. Upaya ini untuk mencegah adanya penularan Covid19.

Baca juga: PPKM Level 3 saat Libur Nataru, Ini Aturannya…

Pemerintah juga meminta beberapa daerah tujuan wisata untuk meningkatkan kewaspadaannya. Khususnya daerah dengan destinasi wisata favorit di Bali Bali, Bandung, Bogor, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Medan, dan lain-lain.

Sarana penunjang protokol kesehatan di tempat wisata perlu diidentifikasi terlebih dahulu. Kemudian, pemerintah setempat diminta menerapkan ganjil genap untuk mengatur kunjungan ke tempat wisata.

“Tetap menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat dengan pendekatan 5M. Menggunakan aplikasi PeduliLindungi pada saat masuk dan keluar dari tempat wisata. Hanya pengunjung dengan kategori kuning dan hijau yang diperkenankan masuk,” bunyi Intruksi tersebut.

Kapasitas tempat wisata dibatasi maksimal 50 persen dari kapasitas total. Pesta perayaan dengan kerumunan di tempat terbuka maupun tertutup dilarang.

“Melarang pesta perayaan dengan kerumunan di tempat terbuka/tertutup. Mengurangi penggunaan pengeras suara yang menyebabkan orang berkumpul secara masif. Membatasi kegiatan seni budaya dan tradisi baik keagamaan maupun non-keagamaan yang biasa dilakukan sebelum pandemi COVID-19,” demikian bunyi intruksi tersebut.

Adapun aturan detail dari Inmendagri No 62 tahun 2021 bisa didapatkan di sini.

 

Reporter: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...