Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Berbondong-bondong Belajar Pengelolaan KIHT di Kudus

Pekerja di KIHT Kudus sedang melinting rokok, beberapa waktu lalu. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) di Kabupaten Kudus menarik minat banyak daerah untuk belajar mengenai penglolaanya. Sejumlah daerah pun mulai berbondong-bondong ke Kota Kretek untuk belajar.

Dinas Ketenagakerjaan Perindustrian, Koperasi, dan UKM (Disnakerperinkop UKM) Kabupaten Kudus bahkan mencatat, sudah ada 53 kota/kabupaten yang belajar ke Kudus terkait pengelolaan KIHT.

Jumlah tersebut, tercatat hanya dalam Oktober hingga November 2021 ini saja.

“Ada yang memang kunjungan kerja, kemudian magang juga ada. Kami mencatatnya ada 53 kunjungan dari daerah lain. Semuanya ingin mengetahui tentang KIHT di Kudus,” kata Kepala Disnakerperinkop UKM Kudus Rini Kartika Hadi Ahmawati, Selasa (24/11/2021).

Jumlah kunjungan ke KIHT tersebut pun lebih banyak dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut dimungkinkan karena adanya aturan baru terkait pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

“Jadi mungkin semua daerah ingin membangun KIHT dan belajar ke Kudus terkait bagaimana prosesnya, yang paling jauh mungkin Sumenep ada, Bali juga ada,” ujarnya.

KIHT di Kabupaten Kudus sendiri, lanjuut Rini, memang menjadi yang pertama di Pulau Jawa. Sehingga wajar jika banyak daerah berkunjung ke Kota Kretek.

Baca: Keistimewaan Ini Bikin KIHT Kudus Jadi Percontohan Daerah Lain

Namun yang perlu digaris bawahi, KIHT Kudus juga merupakan tempat yang berproses karena tidak langsung menjadi kawasan industri. Namun berawal dari Lingkungan Industri Kecil (LIK) Industri Hasil Tembakau (IHT).

“Nah kemarin juga ada usulan dari Kementerian Perindustrian bagaimana daerah-daerah yang baru ingin membangun, alangkah baiknya dimulai dari sentra industri hasil tembakau (SIHT) dulu,” terangnya.

Dalam perjalanannya, pengelolaan KIHT Kudus tetap ada sejumlah kendala. Seperti belum adanya anggaran perluasan.

“Namun pemerintah Kabupaten Kudus terus mengembangkan KIHT ini semaksimal mungkin,” pungkasnya.

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...