Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Cuan Jutaan Mengalir dari Hidroponik di Pekarangan Pemuda Jepara Ini

Kholis (kiri) sedang memanen selada hasil pertanian hidroponik di halaman rumahnya. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Pandemi tak membuat Nur Kholis, warga Desa Banjaragung, Kecamatan Bangsri, Jepara, terpuruk. Justru, ia bisa membangkitkan ekonomi secara mandiri dengan bertani sayuran hidroponik.

Kholis memulai usahanya sejak Agustus 2020 lalu. Itu setelah dia tak lagi bekerja sebagai tukang sablon souvenir.

Ia melihat peluang pasar cukup besar di Jepara yang notabene masih belum begitu banyak sayur hidroponik.

Mulanya, Kholis hanya menanam sayur selada dan daun mint di polybag. Namun, ternyata justru menghabiskan banyak air.

Sedangkan, saat itu air di sumurnya surut karena musim kemarau. Kholis menanam sayurannya di pekarangan samping rumahnya.

“Lalu saya searching di Google dan YouTube. Ternyata ada pertanian modern. Kemudian saya tiru,” kata Kholis, Rabu (24/11/2021).

Baca: Kuliah Daring Sambil Tanam Selada Hidroponik, Mahasiswa Asal Pati Raup Jutaan Rupiah

Kemudian, Kholis mencoba untuk membuat sistem penanaman hidroponik. Awalnya, ia hanya memiliki satu meja saja. Karena progresnya sangat baik, kini dia sudah memiliki tujuh meja lebih.

Sayur hidroponik prpoduksi Kholis sudah mewarnai pasar lokal. Sudah banyak pengepul yang berlangganan kepada dia.

Selain itu, kafe-kafe atau penjual makanan siap saji di Jepara juga sudah mempercayakan sayur Kholis.

“Rata-rata setiap hari saya bisa panen dengan penjualan minimal Rp 250 ribu. Dalam satu bulan omzetnya sekitar Rp 4-5 juta,” ujar dia.

Baca: Rumah Ganja di Brebes Digerebek Polisi, Ditanam Secara Hidroponik Hingga 300 Pot dan Beberapa Kali Panen

Pandemi ternyata tak membuat aktivitas pertanian hidroponik milik Kholis terkapar. Justru ia malah mendapatkan pesanan semakin banyak.

“Sempat kewalahan pas bulan Agustus kemarin. Karena panas terlalu over. Jadi pertumbuhan tak terlalu bagus. Jadi kita tidak mampu mencukupi kebutuhan pasar,” imbuh Kholis.

Namun, saat ini kondisi cuaca dan ketersediaan air sudah melimpah. Sehingga, produksinya bisa kembali konsisten dan mampu memenuhi permintaan pasar.

“Hasilnya istimewa selama setahun ini. Di masa pandemi lagi. Untuk itu saya berusaha untuk setiap bulan saya target harus bikin satu meja baru,” pungkas Kholis.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...